Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aktivitas Gunung Merapi: SIAGA LEVEL III, Luncurkan Enam Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya Sejauh 2 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 18 September 2025 | 17:43 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati Guguran lava sebanyak 6 Kali ke arah Baratdaya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Demikian laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.

Periode pengamatan Rabu 17 September 2025, pukul 00.00-24.00 WIB.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup tenang ke arah barat,timur. Suhu udara 17-21.8 °C, kelembaban udara 81-99.9 %, dan tekanan udara 872.3-918.9 mmHg. Volume curah hujan 5 mm per hari.

Gunung Merapi terlihat jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan Guguran 93 kali, kegempaan Low Frekuensi sekali, kegempaan hybrid/Fase Banyak 88 kali, kegempaan Vulkanik Dangkal tiga kali, dan kegempaan Tektonik Jauh dua kali.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi: SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020.

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#guguran lava pijar #Gunung Merapi #awan panas guguran #Erupsi Merapi #Kabupaten Sleman #merapi erupsi