SLEMAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY menggelar kegiatan pendidikan politik bagi perempuan Selasa (16/9). Kegiatan yang dilaksanakan di Puri Mataram, Drono, Tridadi, Kabupaten Sleman ini membawa tema "Dari Rumah ke Ruang Publik: Mendorong Partisipasi Politik Perempuan Melalui Ormas dan Gerakan Perempuan."
Kegiatan ini mengundang para peserta yang berasal dari berbagai organisasi perempuan. Sementara untuk pengisi materinya ada tiga orang. Mulai dari Komisioner KPU DIY Sri Surani, Direktur Caksana Institute Wasingatu Zakiyah, dan Psikolog Wahyu Bintari.
Penelaah Teknis Kebijakan Kesbangpol DIY Hajar Sutadi menjelaskan, acara ini penting lantaran melihat politik yang masih dipandang sebagai sesuatu yang maskulin. Hal ini tercermin dari komposisi pejabat publik yang mayoritas laki-laki.
"Padahal isu-isu yang menyangkut perempuan banyak yang belum terselesaikan," katanya ditemui di sela-sela acara.
Baca Juga: Harapan bagi Tenaga Honorer, Pemkab Magelang Dapat Alokasi 2.456 PPPK Paruh Waktu
Ada berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dari kaum perempuan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kekerasan dalam rumah tangga.
Untuk itu, lewat kegiatan ini Kesbangpol DIY berupaya untuk meningkatkan partisipasi perempuan. Mulai dari mengajak mereka untuk menggunakan hak pilihnya, hingga bisa maju dalam kontestasi politik.
"Perempuan juga mampu menyelesaikan persoalan serius yang selama ini belum terselesaikan," tegasnya.
Pendidikan politik ini disebut untuk menegaskan posisi strategis perempuan. Tidak hanya sebagai tiang keluarga, tetapi tiang bangsa. Jumlah perempuan yang mencapai hampir separo populasi bangsa disebut sebagai penentu arah pembangunan.
Namun, Hajar menyadari bahwa tidak mungkin peningkatan partisipasi bisa dilakukan hanya dengan satu kegiatan saja. Sehingga, kegiatan semacam ini akan terus diintensifkan.
"Harapannya tidak hanya dari pemda saja. Tapi LSM juga bisa ikut mendorong," ucapnya.
Para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini juga diharapkan bisa membagikan ilmu di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, cita-cita masyarakat khususnya perempuan bisa lebih melek politik bisa segera terwujud.
Baca Juga: Tak Bayar Pajak, Satpol PP Kulon Progo Menutup Billboard Komersil dengan Reklame
Sementara itu, Direktur Caksana Institute Wasingatu Zakiyah menilai, perempuan adalah garda terdepan dalam dunia politik. Dia menegaskan, politik bukan sekadar urusan mereka yang duduk di kursi jabatan.
"Aktivitas sehari-hari adalah politik. Termasuk apa yang tersaji di piring untuk makan setiap hari," katanya.
Untuk itu, membawa perempuan untuk bisa terlibat aktif dia nilai sangat krusial. Agar nantinya persoalan-persoalan yang kerap kali luput diperhatikan bisa segera dituntaskan. (*/del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita