SLEMAN - Teramati 29 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Senin 8 September 2025 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah,berawan,mendung. Angin bertiup tenang ke arah barat,timur. Suhu udara 16.2-26.1 °C, kelembaban udara 71-99 %, dan tekanan udara 873.4-918.6 mmHg.
Gunung Merapi terlihat jelas,kabut 0-II,kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang,tipis dan tinggi 25-50 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran 105 kali, kegempaan hybrid/fase banyak 85 kali, dan kegempaan vulkanik dangkal 17 kali.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2025.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Hadapi Tingginya Angka Penyakit Kardiovaskular, RSUD Sleman Resmi Miliki Klinik Gagal Jantung
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin