SLEMAN - Krosspit Bikefest 2025 baru saja diadakan di Asram Edupark, Jomblang, Sendangadi, Mlati, Sleman. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata DIY dengan didukung dana keistimewaan (danais) itu berlangsung selama dua hari. Mulai Sabtu (6/9) sampai dengan kemarin Minggu (7/9).
Kegiatan utama Krosspit Bikefest 2025 adalah lomba balapan sepeda dewasa. Ada tujuh kelas yang dilombakan. Meliputi tracklocross, MTB, gravel, small wheels, 26 inch, FFA, hingga best costume. Setiap kelas diambil tiga pemenang.
Rute yang dilewati peserta berada di hutan mini. Penuh dengan pepohonan. Itu membuat nuansa menjadi sejuk. Selama Krosspit Bikefest 2025 berlangsung, peserta dan penonton juga disuguhi berbagai stan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Rata-rata stan aneka makanan dan minuman.
Selain itu, dijual berbagai merchandise khas pesepeda. Panitia juga menyiapkan fasilitas photobooth. Di sini pengunjung bisa bebas berfoto dan mengunggahnya di media sosial.
Inisiator Krosspit Bikefest 2025 Putro Setiawan menjelaskan, peserta lomba ini mencapai 150 orang. Datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Jepara.
"Kami mewadahi berbagai komunitas untuk bisa gabung. Guyub di satu tempat. Membuat aktivitas yang positif bagi kesehatan," ujar Putro di sela acara Minggu (7/9).
Setiap peserta harus melewat jalur sepanjang 1,2 kilometer dengan dua sampai tiga kali putaran. Rutenya beragam. Dari tanjakan tajam, kelokan, hingga tangga-tangga. Salah satu yang menarik berasal dari kelas lomba best costume. Peserta mesti mengayuh sepedanya memakai pakaian unik.
Antara lain pakaian monyet, Spider-Man, dan kelinci. Sepeda yang digunakan juga macam-macam. Dari ukurannya sangat kecil, ban berbeda ukuran, hingga sepeda yang disambungkan dengan angkong. "Best costume ini memang dandanannya unik-unik tapi mereka tetap ikut di lintasan ini," katanya.
Putro menjelaskan, hari pertama lomba diawali dengan program klayapan. Kegiatan bersepeda terbuka bagi siapa saja. Peserta diajak berkeliling di wilayah DIY. Rutenya syahdu berjarak sekitar 57 kilometer. Total peserta mencapai 150 orang.
Setelah itu diadakan Fun Race bagi anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Lintasan dibuat seru, tetapi tetap aman bagi peserta. "Jadi biar mencintai sepeda dan ke depannya bisa digunakan bisa sebagai alat transportasi mereka," tambahnya.
Putro berharap dukungan yang telah diberikan Dinas Pariwisata DIY dan danais bisa berlanjut. Kegiatan yang mewadahi anak muda ini bisa terus diselenggarakan. "Kami sangat membutuhkan dukungan danais ini. Semangat anak-anak muda bisa tersalurkan pada hal-hal positif," katanya.
Krosspit Bikefest 2025 ini juga merupakan bentuk promosi pariwisata. Khususnya melalui olahraga hobi sepeda di kalangan anak-anak muda. Salah satu peserta lomba dari kelas best costume, Maulana Maghribi memilih menggunakan baju kelinci. Dia sengaja tampil berbeda dengan peserta lainnya. "Ikut memeriahkan saja biar tidak spaneng. Seru buat penonton," katanya.
Pria asal Bantul ini menyiapkan kostum dan sepedanya selama seminggu. Dia tidak terlalu memikirka bisa dapat juara atau tidak. Terpenting dirinya bersenang-senang sembari olahraga sepeda. (del/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita