SLEMAN - Libur panjang sejak Jumat hingga Minggu (5-7/9) membawa berkah bagi para pengelola wisata. Termasuk wisata Jeep Lava Tour Merapi.
Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri menyebut, total wisatawan pada puncak libur panjang Sabtu (6/9) mencapai 20 ribu orang. Sementara angkutan yang beroperasi hanya 1.300 unit. Membuat setiap jip harus mengangkut 3-4 wisatawan hingga empat kali.
"Asalnya ada yang dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah. Kebanyakan keluarga," katanya dihubungi lewat sambungan telepon Minggu (7/9).
Untuk rombongan bus, jumlahnya sangat minim. Meskipun ada, hanya berasal dari Jawa Tengah dan Jawa timur.
Baca Juga: Mengenal Jamaludin Nur Ridho, Petani Milenial Sleman Yang Sukses Kembangkan Jamur Lingzhi
Dardiri menilai, kembali ramainya wisatawan ini jadi obat usai sepinya wisata jip tiga bulan terakhir. Hal ini lantaran kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja. Sehingga masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan primer dibanding wisata. Faktor lain adalah larangan study tour dari Jawa Barat.
"Ketika ramai demonstrasi kemarin juga ada yang cancel," katanya.
Menurutnya, kondisi ini tidak akan membaik selama ekonomi belum pulih. Dia berharap pemerintah bisa mengambil berbagai langkah perbaikan. Lantaran dampaknya tidak hanya pada destinasi wisata. Namun, juga hotel maupun restoran.
"Pendapatan yang ada buat kami coba bertahan hidup saja. Kalau ada perbaikan kebijakan pasti nanti berdampak ke ekonomi," tambahnya.
Sementara itu, salah satu wisatawan Annisa Husna menyebut, pengalamannya naik jip sangat seru. Terutama ketika mobil masuk ke rute berair. "Pengen coba lagi, tapi memang cukup lumayan untuk harganya," lontarnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita