SLEMAN - Nuansa Lapangan Basket Universitas Amikom Yogyakarta Kamis sore (4/9) terlihat berbeda. Mahasiswa dan lembaga universitas serempak mengenakan baju hitam dengan almamater berwarna krem.
Aksi bertajuk 1000 lilin dibuat sebagai solidaritas untuk almarhum Rheza Sendy Pratama. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom yang meninggal usai mengikuti aksi di Mapolda DIJ, Minggu (31/8).
Aksi diawali dengan penyalaan lilin secara simbolis oleh perwakilan kampus yang diikuti peserta lain. Selama para peserta menghidupkan lilin, turut diiringi pembacaan puisi. Tidak hanya itu, mereka yang hadir turut menaruh bunga di meja depan tempat foto almarhum yang dibalut dengan almamater.
Seluruh prosesi ini terasa begitu khidmat dengan latar belakang dua lagu yang mendukung, yakni Kulihat Ibu Pertiwi dan Gala Bunga Matahari. Beberapa peserta bahkan tampak meneteskan air mata.
Pada akhir aksi, seluruh peserta memanjatkan doa. Lalu ditutup dengan pernyataan sikap yang disuarakan seluruh peserta. Peristiwa ini disebut menjadi luka bagi seluruh gerakan mahasiswa Indonesia.
Dalam pernyataan sikap ada tiga poin yang disampaikan. Pertama, mengecam tindakan represif kepolisian saat mengamankan aksi demonstrasi. Kedua, menuntut Polda DIJ mengusut penyebab kematian Rheza. Ketiga, mendesak pemerintah Indonesia bertanggung jawab penuh atas jatuhnya korban demontrasi.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Amikom Achmad Fauzi menyebut, pihak universitas tidak menghendaki adanya peristiwa ini. Baginya, Rheza telah menjadi simbol perjuangan untuk bisa menuntut keadilan bangsa Indonesia. Dia berharap almarhum bisa diterima di sisi Tuhan YME.
"Kegiatan ini adalah wujud refleksi dari mahasiswa dan civitas akademika sebagai ungkapan duka cita," terangnya di lokasi acara.
Sementara itu, Ketua BEM Amikom Alfito Afriansyah mengatakan, almarhum meninggalkan duka bagi keluarga dan seluruh elemen universitas. Aksi ini dibuat untuk mendoakan sekaligus menuntut keadilan agar tidak ada lagi represivitas serupa.
"Kita telah kehilangan satu kawan juang. Namun bukan berarti juga kita kehilangan daya juang," katanya. (del/laz)