SLEMAN - Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta Rheza Sendy Pratama meninggal usai mengikuti aksi di Polda DIJ pada Minggu (31/8). Jenazah dimakamkan di Sasanalaya Jatisari, Jaten, Sendangadi, Kapanewon Mlati.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Amikom Yogyakarta Achmad Fauzi menyebut, atas peristiwa ini universitas sudah meminta audiensi pada Polda DIJ. Namun, saat ini masih menunggu jawaban.
"Informasinya akan diberikan konfirmasi sekitar tanggal sebelasan," terangnya ditemui usai aksi 1.000 lilin di Lapangan Basket Universitas Amikom Yogyakarta, Kamis (4/9).
Dia menyebut, universitas memang akan melakukan investigasi atas peristiwa ini. Sementara baru meminta informasi dari keluarga.
"Kalau rekan-rekan kampus dan sebagainya, saya belum ketemu yang saat itu memang berada di lokasi," katanya.
Achmad menyebut, hingga saat ini masih belum mendapatkan informasi konkret terkait peristiwa. Termasuk dari kawan korban yang saat itu berboncengan mengendarai motor.
"Apakah itu mahasiswa Amikom atau bukan, sampai sekarang belum bertemu," tambahnya.
Sementara itu, Ketua BEM Amikom Alfito Afriansyah menyebut, pihaknya akan mendukung proses investigasi dari kampus. Saat audiensi dengan Polda DIJ nanti mereka juga minta diikutsertakan sebagai perwakilan mahasiswa.
"Kami sudah berkoordinasi dengan lembaga bantuan hukum untuk membantu menuntut keadilan dan mencari fakta-fakta sebetulnya," tambahnya.
Fito menambahkan, salah satu yang disoroti adalah surat pernyataan bahwa keluarga tidak akan melakukan tuntutan pada pihak manapun. Dia ingin mengecek keabsahannya. Termasuk apakah dibuat dengan keterpaksaan atau tidak.
"Kalau keterpaksaan khawatirnya ada intimidasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab," terangnya.
Dia turut menegaskan bahwa pada saat demonstrasi BEM Amikom secara kelembagaan tidak melibatkan diri. Hanya saja memang banyak mahasiswa turut serta. Terlebih, jarak kampus dan Polda DIJ cukup dekat.
"Waktu demo saya juga hadir di lokasi dan mengkoordinir teman-teman mahasiswa Amikom untuk menarik diri," tambahnya.
Sementara pada saat kejadian Minggu (31/8) pagi, dia sudah tidak berada di Polda DIJ. Lalu baru mendapatkan informasi meninggalnya Rheza pukul 08.00. Dia menyebut, apabila keluarga terbuka maka BEM akan membantu menyuarakan keadilan bagi almarhum.
"Apabila temuan-temuan ini konkret dan mampu dipertanggung jawabkan lembaga kampus siap berada di belakang kami," katanya. (del)
Editor : Heru Pratomo