SLEMAN – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah turun langsung ke DIJ pascademo ricuh di depan Mapolda DIJ, Jumat hingga Minggu (29-31/8). Kedatangan Kompolnas hanya membesuk polisi yang dirawat di RSUP Dr Sardjito, Rabu (3/9). Tak ada pertanyaan terkait meninggalnya mahasiswa Universitas Amikom Jogjakarta Rheza Sendy Pratama.
"Sekitar pukul 10.00 dari Kompolnas hadir ke rumah sakit dalam kapasitasnya memberikan perhatian terhadap salah satu anggota Polda DIJ yang mengalami atau luka akibat aksi kemarin," ujar Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan saat ditemui di kompleks RSUP Dr Sardjito, Rabu (3/9).
Baca Juga: Otak Perburuan Satwa di Taman Nasional Gunung Merbabu Dibekuk, Buron Hampir Setahun, Kini Terancam Penjara 15 Tahun dan Denda Rp 5 M
Menurutnya, tiga orang dari pihak Kompolnas yang didampingi Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto Erning W melakukan kunjungan yang relatif singkat. Kurang lebih 15 menit dari kedatangan awal hingga pergi meninggalkan RSUP Dr Sardjito."Hanya bertemu dengan pasien yang saat ini sedang dalam kondisi pemulihan. Meng-update kondisi pasien dan selanjutnya ke tugas berikutnya," ucapnya.
Pihak Kompolnas hanya menjenguk satu pasien yang merupakan anggota Polda DIJ yang terluka dalam kerusuhan demo di Mapolda DIJ. Obrolan yang dilakukan sambil menjenguk pasien, pihak Kompolnas hanya menanyakan seputar penanganan medis pasien dan keluhan mereka. "Karena keterbatasan waktu beliau jadi yang ditengok adalah pasien anggotanya," katanya.
Baca Juga: Gotong Royong Masyarakat dan Driver Ojol : Perbaiki Halte Transjakarta Yang Rusak Akibat Demo
Banu juga menyampaikan, obrolan singkat yang dilakukan dengan Kompolnas tidak menyinggung terkait insiden kematian salah satu Mahasiswa Amikom Jogjakarta yang terlibat aksi di Mapolda DIJ. Pihak rumah sakit juga tidak dimintai terkait hasil pemeriksaan atau riwayat dari Rheza Sendy Pratama. "Tidak ada yang disinggung tentang itu, karena memang fokus dari Kompolnas adalah (menjenguk) anggota ini," jelasnya saat ditanya wartawan apakah ada pertanyaan Kompolnas terkait Rheza.
Dari total 29 pasien yang ditangani RSUP Dr Sardjito, saat ini masih tersisa enam yang dirawat. Sisanya telah pulih dan kembali ke rumah mereka masing-masing. Enam pasien tersebut termasuk satu anggota dari Polda DIJ. Mereka saat ini kondisinya terus membaik dan diharapka bisa segera pulang. "Kebanyakan fraktur (tulang retak/patah) dan luka terbuka," katanya.
Baca Juga: Tiga Karangan Bunga, Tiga Pesan Haru Denise Chariesta untuk Uya Kuya
Dalam kunjungannya Kompolnas hanya menyampaikan terimakasih telah melakukan perawatan dengan maksimal. Selain Kompolnas, Pemprov DIJ sehari sebelumnya juga menjenguk korban di RSUP Dr Sardjito. Rombongan pemprov diwakili Penjabat Sekprov DIJ Aria Nugrahadi didampingi Kepala BPKA Wiyos Santoso, Kepala Bapperida Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas PMK2PS KPH Yudanegara dan Kepala Dinas Kesehatan Pembajun Setyaningastutie serta Kepala Dispertaru Adi Bayu Kristanto. Kunjungan ini juga berbarengan dengan kunjungan Bupati Sleman Harda Kiswaya yang juga ingin mengetahui kondisi terkini para korban.
Pembajun mengatakan semua korban di rumah sakit kondisinya telah membaik. Selanjutnya, Pemprov DIJ sanggup untuk memberikan bantuan biaya pengobatan bagi korban. "Seperti yang disampaikan pimpinan, Pemprov DIJ dan Pemkab Sleman siap memberikan bantuan pembiayaan pelayanan kesehatan," ujar mantan Direktur RSJ Grhasia itu. (oso/pra)