SLEMAN - Aksi demonstrasi tidak henti-henti digelar Yogyakarta. Pada Selasa (2/9) aksi diinisiasi oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) DIY di Pertigaan Revolusi UIN Sunan Kalijaga.
Berdasarkan Pantauan Radar Jogja di lokasi, massa turut membentangkan tulisan protes dan membawa bendera PMII. Aksi berlangsung kondusif meski massa melakukan pembakaran ban. Untuk lalu lintas juga tidak ada pengalihan. Hanya saja memang arus cukup tersendat.
Ketua PC PMII DIY Ilyasa Alvin Abadi menyebut, cita-cita reformasi terus tergerus. Sistem politik bangsa kembali mundur, ruang kebebasan sipil dipersempit, dan kekuasaan makin terkonsentrasi.
"Di beberapa daerah termasuk Yogyakarta masih saja dihadapkan dengan sikap aparat bringas sampai menelan korban luka hingga meninggal dunia," terangnya dalam keterangan tertulis yang dibagikan.
Dalam aksi ini ada sebelas tuntutan yang dibawa, yaitu:
1. Mengecam keras represivitas aparat negara terhadap massa aksi
2. Percepat keputusan larangan perangkapan jabatan pimpinan kementerian dan lembaga
3. Mendesak DPR melakukan evaluasi besar-besaran
4. Hentikan Pembatasan Hak Siar dan Jaga Kebebasan Pers
5. Hentikan proyek strategis nasional (PSN) sebagai mesin besar gerogotan (MBG)
6. Audit independen terhadap seluruh PSN yang menelan APBN
7. Hentikan praktik pembebanan pajak berlebihan kepada rakyat
8. Prioritaskan PSN yang menyentuh kehidupan rakyat kecil
9. Bongkar kolusi politik dan bisnis di balik PSN
10. Sahkan segera RUU Perampasan aset untuk pelaku tindak pidana korupsi
11. Hapus dan batalkan UU TNI Nomor 3 Tahun 2025 (del)