SLEMAN - RSUD Sleman saat ini terus berproses dalam perencanaan pembangunan gedung baru bagi layanan jantung dan stroke. Direncanakan bangunan ini terdiri dari lima lantai. Namun Pemkab Sleman perlu malkukan peminjaman ke Bank BPD selama tiga tahun.
Staf Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Agus Hidayatno menyebut, total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan mencapai Rp 125,26 miliar. Jumlah tersebut dibagi tiga tahun.
Pada 2025 sebesar Rp 28,76 miliar. Lalu 2026 sebesar Rp 96,26 miliar, dan 2027 senilai Rp 250 juta. "Total utang Rp 45 miliar, sisanya APBD," bebernya.
Sementara soal bunga, dikenai 3,5 persen flat tiap tahun. Untuk itu bunga total mencapai Rp 4,718 miliar. "Untuk angsuran pokok dan bunga tiap tahun mencapai Rp 16,8 miliar," tambahnya.
Baca Juga: Setelah Aksi Gelombang Pertama, Kini Giliran HMI Cabang Yogyakarta Bergiliran Ke Gedung DPRD DIY
Sementara Kepala BKAD Sleman Abu Bakar menjelaskan, pembangunan rumah sakit ini jadi salah satu program prioritas di Bumi Sembada. Harapannya bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Tidak perlu menunggu lama untuk sekadar mendapat ruangan. "Mutlak dari bupati untuk diprioritaskan. Pembangunannya dilakukan secara multiyears," katanya.
Dia menegaskan, sesuai kemampuan daerah perlu dilakukan peminjaman ke Bank BPD. Lama pinjaman dilakukan selama tiga tahun.
Baca Juga: Motor Satpam Dibakar Saat Demo, Willie Salim Hadiahkan Kendaraan Baru
Ketua Dewan Pengawas RSUD Sleman Mahendro Prasetyo Kusumo menjelaskan, layanan stroke dan jantung ini sangat diperlukan karena tingkat kematiannya yang tinggi. Selain itu, berdampak pada produktivitas pasien yang pasti menurun. "Peningkatan derajat kesehatan atas dua penyakit ini bisa berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita