Tidak hanya fokus berorasi dan menyampaikan tuntutan, di tengah-tengah massa juga terdapat lapak baca.
Terlihat mereka yang di sekitar lapak ikut melihat-lihat buku. Ada pula yang terlihat sibuk membaca.
Sementara petugas lapak aktif menawarkan. Tidak ada syarat apapun untuk bisa meminjam. Cukup membaca di sekitar lapak dan tidak sembari merokok.
Buku yang disediakan sendiri ada berbagai macam. Mulai dari buku anak-anak, novel, hingga zine. Tidak mesti berbau politik.
Pegiat Lapak Baca Nara menyebut, telah beberapa kali membuka lapak baca gratis ini. Dia menyebut ini sebagai ruang aman. Baik untuk disabilitas atau teman-teman perempuan.
"Enggak semua bisa berdiri lama. Jadi membuat pergerakan lebih inklusif sekaligus meluaskan akses bacaan," katanya di lokasi.
Dia menyebut, kegiatan semacam ini sudah kerap ditemukan di berbagai aksi demonstrasi. Ini sebagai upaya untuk merebut ruang publik bagi masyarakat.
"Jogja itu ruang publiknya masih minim sekali," terang Nara. (del)
Editor : Bahana.