Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kali Ketiga, Kasus Keracunan usai Mengonsumsi MBG Berulang di Sleman

Delima Purnamasari • Kamis, 28 Agustus 2025 | 16:10 WIB
Diduga karena MBG, Para Siswa SMP Negeri 3 Berbah Alami Mual dan Diare
Diduga karena MBG, Para Siswa SMP Negeri 3 Berbah Alami Mual dan Diare

 

SLEMAN – Baru keluar hasil uji laboratorium sampel makanan yang menyebabkan keracunan di Kapanewon Mlati, kejadian serupa terulang di Berbah. Kali ini sekolah yang terdampak adalah SMP Negeri 3 Berbah pada Rabu (27/8). 

Ini jadi kali ketiga kasus keracunan makanan usai mengonsumsi MBG. Radar Jogja mencatat, pada Rabu 23 April 2025, 31 siswa SDIT Bakti Insani, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman keracunan. Siswa mual dan muntah. Kemudian pada 13 Agustus 2025, 379 siswa keracunan. Mereka siswa SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP N 3 Mlati, dan SMP Pamungkas.

 Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, populasi yang berisiko karena mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di Berbah sejumlah 378 siswa dan dua guru. Sementara yang bergejala sejumlah 135 siswa dan dua guru. 

 Baca Juga: Akhiri Ketegangan, Suporter PSIM Jogja dan Persib Bandung Islah di Mapolresta Jogja

Untuk rawat jalan di RSUD Prambanan dia sebut ada satu orang. Sementara dua orang rawat jalan di Puskesmas Berbah. Gejala yang dirasakan sendiri berupa sakit perut, mual, muntah, pusing, dan demam. "Menu yang dimakan nasi kuning, telur dadar potong, abon, kering tempe, timun, jeruk," ungkapnya. 

 

Kepala Sekolah SMPN 3 Berbah Siti Rochmah Nurwati menyebut, yang mengalami gejala mual mencapai 137 orang. Sebanyak 29 di antaranya juga mengalami diare. 

 Hanya saja dia belum bisa memastikan kejadian ini lantaran MBG. Lantaran hanya satu sekolah saja yang terdampak dan tidak semua siswa mengalami gejala. Dia juga menyebut tidak ada kloter distribusi MBG. Semua diberikan secara serentak.  "Tidak berani indikasi apa-apa karena masih investigasi," katanya. 

 Baca Juga: SDN Terban Direhab, Kegiatan Belajar Mengajar Siswa Sementara Pindah ke Rumah Warga

Atas kejadian dugaan keracunan makanan ini dia sebut telah diambil berbagai sampel. Mulai dari air di sekolah, makanan yang dijual di kantin, hingga makanan yang dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar sekolah.

 

Dia menambahkan, sekolah telah menerapkan seluruh prosedur. Telah ada pos-pos ketika MBG datang ke sekolah. Mulai dari penerimaan, melihat kelayakan makanan, distribusi, sekaligus memberi edukasi apabila siswa menolak makan.  "Terutama sayur karena biasanya mereka enggak suka," katanya. 

 

Nantinya setelah dikonsumsi, seluruh wadah maupun sisa MBG akan dikembalikan ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Siswa tidak disarankan untuk membawa pulang makanannya. Selain khawatir basi, dikhawatirkan makanan untuk menunjang gizi ini tidak dikonsumsi. Justru diberikan pada saudara atau orang tua mereka. 

"Sepuluh persen dari total semuanya untuk dicicipi dan melihat kelayakan," katanya. 

 

Saat ditanya soal menu pada Selasa (26/8) lalu, dia menyebut ada nasi kuning, telur dadar, tempe, dan jeruk. Menu diproduksi SPPG Jogotirto Berbah 2.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi menuturkan, jumlah yang terdampak mencapai 137 orang. Dia menegaskan sudah ada koordinasi dari berbagai pihak. Mulai dari kepolisian, puskesmas, hingga SPPG selaku penyedia.  "Sudah dalam investigasi pihak-pihak terkait jadi kami menunggu hasilnya," terangnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp

 

Sementara itu, Kapolsek Berbah AKP Dwi Daryanto menyebutkan, peristiwa keracunan benar adanya. Namun, untuk memastikan penyebabnya dari MBG masih diperlukan penelitian lebih lanjut. "Yang ke puskesmas hanya dua dan sudah pulang karena hanya rawat jalan. Semua tidak ada yang rawat inap," tambahnya. (del/pra) 

 

Editor : Heru Pratomo
#keracunan mbg sleman #Mbg #Sleman #SPPG #berbah