Aplikasi ini menjadikan pendaftaran tamu kunjungan kerja, studi banding, serta audiensi jadi lebih efisien dan transparan.
Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda menyebut, teknologi semacam ini akan mendukung tata kelola pemerintahan yang berintegritas.
Sekaligus sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi. Khususnya dalam kunjungan kerja DPRD Sleman dengan anggaran yang ada.
"Jadi para pengawas itu tidak perlu datang ke Sleman. Cukup melihat rekap jejak digital," terangnya ditemui di Pendopo Sekretariat DPRD Sleman, Rabu (27/8).
Ganda juga mengatakan, kehadiran aplikasi ini semakin penting lantaran tamu yang datang ke kantor DPRD Sleman jumlahnya begitu banyak.
Berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Rata-rata mereka datang untung berdialog terkait kinerja. Baik itu fungsi anggaran, pengawasan, maupun pembuatan peraturan.
"Dalam kunjungan tamu ini saya delegasikan pada semua anggota dewan. Jadi 49 anggota yang lain bisa juga menemui," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Sleman Muhammad Aji Wibowo yang menginisiasi aplikasi ini menyebut, aplikasi ini penting lantaran saat ini semua masih dilayani secara manual. Tamu bisa tiba-tiba langsung datang.
Melalui Aplikasi Simakjamu para tamu harus mendaftar lewat sistem. Mereka mengisi daftar waktu, jumlah rombongan, hingga tujuan kedatangan.
"Dari mau datang, datang, sampai pulang tercatat. Jadi lebih akuntabel," tambahnya.
Di sisi lain, mengingat jumlah tamu DPRD Sleman pada 2024 yang mencapai hampir 25.000 orang. Ketika ada aparat hukum yang meminta klarifikasi bisa langsung memberikan jawaban.
"Perjalanan dinas yang tidak rill tidak mungkin terjadi karena terekam sistem," tambahnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto yang turut hadir mengatakan, inisiasi aplikasi ini sangat baik. Semua data kunjungan menjadi tercatat dan mudah untuk mencarinya.
"Ketika sudah stabil tentu bisa ditiru di eksekutif," tambahnya. (del)
Editor : Bahana.