Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggota PKK Sleman Olah Singkong Jadi Steik, Tetap Bernilai Gizi dan Bisa Bantu Atasi Stunting

Delima Purnamasari • Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:35 WIB

 

Anggota PKK Sleman saat mengikuti lomba olahan singkong di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Selasa (26/8).
Anggota PKK Sleman saat mengikuti lomba olahan singkong di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Selasa (26/8).
 

SLEMAN - Salah satu anggota PKK Kabupaten Sleman asal Kapanewon Minggir Ambarwati mengolah singkong menjadi steik. Olahan ini dinilai akan lebih disukai oleh generasi terkini, termasuk anak-anak.

"Singkong di daerah saya banyak yang produksi," terangnya ditemui dalam kegiatan Lomba Olahan Singkong di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Selasa (26/8).

 Baca Juga: Anggaran Subsidi untuk Trans Jogja dari APBD DIY Dikurangi, PT AMI Diminta Cari Iklan

Dia menyebut ide ini berawal dari kegemarannya dan sang anak terhadap steik. Lalu ingin mencoba olahan singkong yang tidak biasa.

Proses pembuatannya sendiri dinilai tidak rumit. Dimulai dengan memarut singkong dan memeras untuk menghilangkan kandungan airnya. Lalu dicampur dengan daging ayam yang digiling. Bagi yang tidak suka atau memiliki alergi, daging ayam bisa diganti dengan makanan laut. Bisa juga daging maupun ikan air tawar.

 Baca Juga: Walhi Jogja Ungkap di Balik Proyek Obelix Pantai Sanglen yang Bakal Menggusur Warga: Ada Natasha Grup dan Keluarga Kraton

"Lalu saya bumbui biasa. Bawang putih, lada, oregano, bawang bombay, dan parutan wortel," katanya. 

Ambarwati lalu menambahkan telur dan mengukus adonan steak ini. Lalu diberikan saus yang terdiri saus tomat, saus sambel, minyak wijen, kecap asin dan oregano. Baru dipanggang dan disajikan lewat hotplate. Untuk sentuhan akhirnya diberikan wortel dan buncis.

 

Dalam kesempatan ini dia juga memamerkan produk steak singkong dalam bentuk frozen. Sehingga, bisa lebih tahan lama dan dapat dibawa ke luar kota.

 

"Ada rasa original, lada hitam, dan barbeku," tambahnya.

 

Menurutnya, olahan ini bisa menarik perhatian bagi anak-anak. Termasuk ibu hamil. Sehingga mereka bisa mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi, enak, higienis, bahkan mudah dibuat. Dengan kata lain, turut menekan angka stunting di Bumi Sembada.

 

"Mudah-mudahan lewat lomba ini bisa membuat mereka yang tidak suka singkong jadi suka. Olahannya juga tidak terasa membosankan," ucapnya.

 Baca Juga: Profil Pratama Arhan yang Menggugat Cerai dengan Azizah Salsha!

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Parmilah mengaku, sangat mengapresiasi berbagai variasi dari para peserta dari 17 kapanewon. Ada yang membuat kripik, sushi, hingga bolu.

"Ke depan kalau ini bagus akan mencari bahan kearifan lokal lain yang mudah didapatkan di Sleman," katanya. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#alergi #Stunting #Kapanewon Minggir #PKK Kabupaten Sleman #Olahan #singkong #anggota