Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angka Stunting Sleman 4,41 Persen, Hanya Turun 0,1 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

Delima Purnamasari • Selasa, 26 Agustus 2025 | 02:45 WIB

Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto
Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto
 

SLEMAN - Berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) 2024, angka stunting di Kabupaten Sleman tercatat 4,41 persen. Turun 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Meskipun angkanya kecil, penurunan ini menunjukkan arah positif," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Susmiarto saat launching program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Aula Unit 1 Senin (25/8). 

 Baca Juga: Korban Sempat Divisum untuk Kesiapan Perlindungan, Penganiayaan terhadap Residen oleh Keluarga Pasien di RSUP Dr Sardjito Jogja Berakhir Damai

Program penanganan stunting sendiri menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sleman 2024–2045. Ini sejalan dengan komitmen mencetak generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

Susmiarto turut mengajak seluruh pihak, termasuk dunia usaha, untuk berkontribusi aktif. Dia menilai solidaritas sosial lintas sektor penting untuk mewujudkan target zero stunting

 Baca Juga: Lebih Dekat dengan Komunitas Membaca Buku Happy Reading Book Club, Ciptakan Ruang Membaca Bersama, Tepis Stereotip Soliter Aktivitas Baca Buku

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman Novita Krisnaeni menjelaskan, salah satu penanganan stunting dilakukan dengan memberikan dukungan nutrisi. Bersama Baznas Sleman dan Bank Sleman membuat paket telur yang dinamakan telur bahagia. 

Program tersebut menyasar ibu hamil dan anak usia di bawah 23 bulan. Dia menyebut telur ini memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibanding telur biasa. 

 Baca Juga: Semar UGM Siap Pertahankan Gelar: Hadirkan Inovasi dan Performa Terbaik di Kontes Mobil Hemat Energi 2025 Jember, Hadirkan Semar Urban Electric 1.1

“Kami ingin memastikan anak-anak Sleman terpenuhi gizinya sejak seribu hari pertama kehidupan,” ujarnya. 

Sasaran program ini meliputi enam kapanewon yang memiliki prevalensi stunting di atas rata-rata kabupaten. Mulai dari Kapanewon Seyegan, Turi, Moyudan, Kalasan, Prambanan, dan Ngemplak. Setiap sasaran menerima paket telur selama 90 hari. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah #Angka stunting #Sleman #Telu #zero stunting #Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat #Stunting #E-PPGBM #Baznas Sleman #Kabupaten Sleman #bank sleman #Prevalensi #ibu hamil