SLEMAN - Jumlah ketersediaan susu di Kabupaten Sleman untuk menyuplai makan bergizi gratis (MBG) masih kurang. Dari tiga produsen utama, hanya satu koperasi yang ikut mendukung program pemerintah tersebut.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan, ada tiga produsen utama di Bumi Sembada. Pertama, Koperasi Sarana Makmur dengan produksi mencapai 6.695 liter per hari. Sebanyak 50 liter di antaranya diolah menjadi susu kemasan, seperti yogurt. Sisanya masuk ke industri susu sapi.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Anak Muda Jogja Rave-Up Di Scoopy Coffee Rave
Produsen kedua adalah Koperasi Susu Samesta dengan produksi 3.700 liter sehari. Sebanyak 2.000 liter ke industri, 1000 liter ke retail, 700 liter untuk MBG.
Ketiga adalah Koperasi UPP Kaliurang Maju dengan produksi 1.200 liter setiap hari. Semuanya masuk ke industri susu. "Jadi kerja sama untuk MBG hanya Koperasi Samesta," katanya.
Rofiq menyebut, saat ini masih terus dilakukan pendampingan agar produksi bisa terus meningkat. Selanjutnya, produsen susu di Bumi Sembada bisa ikut menyuplai dalam program MBG.
"MBG masih panjang. Saat ini semua baru saling menata posisi," katanya.
Dia menilai, prgram MBG dengan menu tambahan susu ini jadi peluang besar bagi para peternak. Sehingga nantinya bisa meningkatkan ekonomi.
Meski demikian, dia menyebut ini bukan perkara mudah. Lantaran peternak masih berupaya bangkit dari badai penyakit mulut dan kuku (PMK). Apabila sapi umumnya menghasilkan 15 liter, usai terkena PMK dan sembuh susu yang dihasilkan bisa hanya enam liter.
"Kami tiap selapan ada kegiatan puskeswan keliling. Untuk memantau sanitasi, vitalitas, dan kesehatan ternak," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Samesta Ruslan menyebut, kemasan susu untuk MBG disesuaikan dengan jenjang sekolahnya. Seperti jenjang TK dan SD, hanya kemasan 115 ml. Sementara SMP dan SMA mencapai 125 ml.
"Produksi susu kami masih kurang. Saat ini tengah berupaya menambah populasi," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita