Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Dahsyat MBG di Sleman, dari Petani, UMKM, hinggaMenjadi Lapangan Kerja Baru

Yogi Isti Pujiaji • Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:57 WIB

SUKSESKAN PROGRAM MBG: Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Dara Ayu Suharto
SUKSESKAN PROGRAM MBG: Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Dara Ayu Suharto


RADAR JOGJA - Program nasional makan bergizi gratis (MBG) berdampak signifikan hampir di semua sektor di wilayah Kabupaten Sleman. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau biasa disebut dapur umum MBG terus bermunculan. Dari situlah roda ekonomi Bumi Sembada ikut berputar. Dari hulu ke hilir.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Dara Ayu Suharto SH mengungkapkan, program prestisius gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut bukan hanya dirasakan manfaatnya oleh siswa sekolah. Ya, melalui program MBG, para siswa sekolah mendapatkan menu makan siang bergizi seimbang setiap hari. Secara bertahap menyasar seluruh siswa sekolah.

Menu gratis itu diolah di dapur umum MBG. Keberadaan SPPG telah menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat. Karena tiap dapur MBG membutuhkan tenaga peracik bahan pangan, bumbu, tukang masak, hingga petugas distribusi makanan ke sekolah-sekolah. "Mungkin bukan hanya ratusan, tapi ribuan tenaga kerja terserap di dapur MBG," ujar kader perempuan Partai Gerindra itu, Kamis (31/8/2025).

Baca Juga: Dosen Gizi Unisa Yogyakarta: Dampak Beras Oplosan, Defisit Gizi hingga Persoalan Kesehatan

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman pun turut bergairah. Terutama UMKM yang bergerak pada sektor kuliner. Mereka terlibat dalam penyediaan bahan pangan untuk dapur MBG. Seperti daging, sayuran, ikan, buah-buahan, dan lainnya.

Menurut Dara, volume kebutuhan bahan makanan tiap dapur MBG cukup besar. Bahkan untuk pemenuhannya bisa melibatkan banyak pelaku UMKM.

Selain bahan mentah, ada pula UMKM yang bekerja sama dengan SPPG untuk penyediaan snack pelengkap menu MBG bagi siswa sekolah. "Itu artinya, semakin banyak SPPG atau dapur MBG akan berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan UMKM di Kabupaten Sleman," ucap tokoh asal Balecatur, Gamping.

Baca Juga: Jangan Sekadar Bagi Makanan, Utamakan Gizi: Terkait Pro Kontra MBG, Pakar Dorong Refocusing Sasaran

Keberuntungan juga dialami petani. Baik petani padi maupun palawija. Karena kebutuhan gizi seimbang untuk pemenuhan karbohidrat tidak selalu berujud nasi. Tapi bisa juga dengan ubi atau jagung. Dengan begitu, petani turut bergeliat. Keberadaan petani sangat penting guna turut menyukseskan program MBG.

Para peternak pun tak ketinggalan. Keberadaan dapur MBG di banyak lokasi memantik warga setempat membangun kandang-kandang ternak. Terutama ayam pedaging dan petelur. "Bahkan warga yang semula menganggur kini banyak yang memelihara ternak untuk suplai bahan pangan ke dapur MBG," ujar Dara.

Sektor pertanian juga kembali bergeliat. Khususnya hortikultura. Bahkan anak-anak muda atau petani milenial yang mengelolanya. Mereka menanam dan memanen sendiri kebun buah. Juga untuk menyuplai dapur MBG.

Baca Juga: Gizi Anak di Era Digital: Antara Kemudahan dan Ancaman Kesehatan

Melihat besarnya manfaat program MBG, Dara mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait untuk mengawal dan menyukseskannya. "Jangan sampai program yang sangat bagus ini disabotase oleh seseorang atau oknum tak bertanggung jawab," ingatnya.(yog)

Editor : Satria Pradika
#program nasional #Mbg #Sleman #Makan Bergizi Gratis #Dara Ayu Suharto #sembada