SLEMAN - Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan kegiatan Sleman Culture Festival pada Jumat - Sabtu (22-23/8). Kolaborasi dengan Sakuranesia ini menyuguhkan beragam kegiatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menjelaskan, kegiatan ini jadi upaya penguatan kerja sama bidang kebudayaan antara Indonesia dan Jepang. Di dalamnya ada festival upacara adat yang diikuti oleh 17 kapanewon. Tema yang dibawa adalah “Ngleluri Tradisi Tumuju Sleman Nggayuh Luhuring Budi”.
"Nantinya juga akan dihadirkan bazar UMKM sepanjang sisi utara Lapangan Denggung," terangnya dalam jumpa pers yang digelar di Pendopo Parasamya, Rabu (20/8).
Agenda yang lainnya adalah Pacuan Kuda d- X Pang. Sebuah perpaduan antara olahraga atletik dengan kuda kepang. Nantinya akan ada tiga jenis pacuan yang digelar. Mulai dari perseorangan, tandem, dan tandem kesenian.
Baca Juga: Nilai Ekspor Sleman Turun, Eksportir Coba Rambah Pasar Dalam Negeri
Sementara itu, Sakuranesia Society Founder Sakura Ijuin yang turut hadir menyebut, puncak perayaan akan digelar melalui lantai atap Sleman City Hall.
Pesta kembang api pada Sabtu malam ini akan digelar pukul 21.15 hingga 21.45.
"Kegiatan membawa tema heiwa hanabi atau the peace fireworks dan akan dihadiri 60 tamu dari Jepang," ucapnya.
Baca Juga: Pemain Asing Ke-10 PSIM Jogja Sudah Bergabung Latihan, Administrasi Segera Dikebut Pihak Manajemen
Kembang api yang disajikan merupakan buatan dari No Limits Production. Dengan durasi selama sepuluh menit akan disajikan banyak ledakan kembang api. Tingginya mencapai 150 meter dan daya ledaknya juga mencapai 150 meter.
"Puncak Heiwa Hanabi adalah ketika doa dan harapan dituangkan dalam kembang api dan mimpi anak-anak membumbung tinggi ke langit malam," katanya.
Dia menyebut bahan peledak yang dulunya merupakan simbol perang kini diubah menjadi simbol perdamaian. Harapannya Indonesia dan Jepang bisa terus menenun ikatan persahabatan. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita