SLEMAN - Dana Keistimewaan (danais) DIY pada 2026 direncanakan akan tinggal 50 persen.
Dari sebelumnya Rp 1 triliun menjadi Rp 500 miliar saja.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Ishadi Zayid menjelaskan, perkara anggaran ini merupakan kebijakan pemerintah pusat.
Pemerintah kabupaten adalah pengguna dan hanya bisa menunggu distribusinya dari pemerintah provinsi.
Walau demikian, dia menyebut sebenarnya saat ini sudah terjadi penurunan danais secara signifikan.
Dari sebelumnya Rp 14 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp 7 miliar saja pada 2025.
"Ketika ada pengurangan pasti ada pengaruhnya," terangnya saat ditemui di Pendopo Parasamya, Rabu (20/8/2025).
Dari anggaran yang ada program terfokus pada fasilitasi, pembinaan, pemberian sarana prasarana, dan penyelenggaraan event.
Program dibuat berdasarkan skala prioritas yang telah disusun.
Sementara soal pembangunan taman budaya dia menyebut tidak bisa berbicara banyak dengan kondisi keuangan seperti ini.
Terlebih, kebutuhan pembangunannya mencapai Rp 35 miliar. Sepenuhnya direncanakan menggunakan danais.
"Kondisi seperti ini saya rasa taman budaya masih belum pembangunan, 2026 jelas enggak ada."
"Mungkin hanya penataan lahan saja," tambahnya.
Zayid menyebut, tak ada target khusus untuk pembangunan taman budaya yang berlokasi di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman ini.
Pihaknya hanya akan menyesuaikan anggaran yang telah dialokasikan. (del)
Editor : Iwa Ikhwanudin