Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Kabupaten Sleman Raminta menjelaskan, jumlah PKL ini terus bertambah setiap harinya. Sehingga, penataan ini penting dilakukan.
"Kalau enggak jualan lapaknya dikembalikan pada dinas karena yang antre banyak. Tiap hari dua atau tiga orang mendaftar mau jualan," katanya saat ditemui di sela-sela acara.
Walau demikian, penataan ini baru menyasar 242 pedagang yang berjualan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Disepakati mereka hanya bisa berjualan pada pukul 06.00 hingga 11.00.
"Di luar itu kami masih menunggu kebijakan pimpinan seperti apa," katanya.
Satu orang hanya bisa memiliki satu lapak. Hanya saja diperkenankan untuk berjualan hingga tiga hari.
Mereka juga tidak dibolehkan berjualan di trotoar.
Selain itu, apabila di Lapangan Pemda ada giat maka kegiatan berdagang harus menyesuaikan. Bisa diliburkan atau dikosongkan sebagian.
Raminta menjelaskan, pedagang yang ditata berasal dari sepuluh paguyuban dan non-paguyuban.
Usai dilakukan sosialisasi dan pengundian mereka mendapatkan id card dan stiker lapak. Setiap pedagang akan mendapat lapak dengan luas 2 x 2 meter.
Pedagang juga dilarang berjualan menggunakan mobil.
Mereka hanya bisa mengantarkan dagangannya lalu parkir di luar area Lapangan Pemda.
Baik itu di Kantor Bappeda maupun Kantor Dinas Kesehatan.
"Tidak ada retribusi sama sekali. Kalau sampah itu masing-masing paguyuban silakan. Datang bersih bulang bersih," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sabtu Berkah Ayu Selasih menjelaskan, anggotanya berjumlah 60 orang dengan komoditas makanan.
Semuanya terverifikasi dan mendapatkan lapak di Lapangan Pemda.
"Kalau diizinkan tentu pengennya jualan tiap hari. Tidak akhir pekan saja," katanya.
Dia menilai penataan ini sangat penting. Lantaran banyak PKL yang asal berjualan, bahkan tanpa koordinasi dengan paguyuban.
Untuk saat ini pedagang baru yang ingin bergabung harus mendaftar lewat Disperindag.
Beda dengan dulu yang bisa lewat pengurus paguyuban saja.
"Tidak ada retribusi. Hanya untuk Sabtu dan Minggu kami tarik Rp 5 ribu untuk sampah saja," tambahnya. (del)
Editor : Bahana.