SLEMAN - DPRD Sleman akan memfokuskan penggunaan anggaran sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Dalam hal ini adalah Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2026.
Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda menyebut anggaran akan difokuskan untuk mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi. Untuk nantinya bisa mengusung optimisme dan kesiapan menghadapi tantangan global.
"Ini dalam memperkuat pondasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," terangnya dalam rapat paripurna pada Jumat (15/8).
Rapat paripurna ini digelar untuk mendengarkan pidato ketua DPR RI dalam rangka pembukaan masa persidangan kesatu. Selain itu, pidato Presiden Republik Indonesia tentang Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: PKL Alun-Alun Wonosari Minta Kepastian Rencana Relokasi, namun Tetap Harapkan Tak Ada Relokasi
Ganda menyebut pemerintah telah menyusun strategi untuk mengatasi tekanan jangan pendek. Sekaligus perbaikan struktural jangka panjang.
Ada berbagai upaya yang akan dilakukan secara selektif. Mulai dari menstabilkan ekonomi, melindungi dunia usaha dan daya beli, sekaligus menjaga kredibilitas anggaran.
"Juga telah disusun strategi untuk mendukung agenda pembangunan," tambahnya.
Di antaranya adalah mempercepat ketahanan pangan, mewujudkan ketahanan energi, dan memperkuat efektivitas program makan bergizi gratis (MBG). Selain itu, menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
"Selain itu, akan menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas untuk meningkatkan produktivitas," tegasnya.
Fokus lainnya adalah memperkuat pembangunan desa sekaligus pemberdayaan koperasi dan UMKM.Selanjutnya, memperkuat pertahanan dan serta mengakselerasi investasi.
"Anggaran akan digunakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif," terangnya.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutannya menyebut, tujuan akhir dalam pembangunan pemerintah adalah rakyat harus lebih sejahtera. Dia menilai ini bukan persoalan administratif, tetapi pekerjaan mendasar.
"Pemerintah harus dapat menetapkan prioritas belanja dan menjalankan kebijakan yang efisien," katanya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita