Dinas kesehatan dan laboratorium forensik di Semarang sedang memeriksa sampel yang diambil dari makanan maupun muntahan.
"Dicurigai rawon. Kalau menunya ada rawon, buah, dan sayuran," ujar Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo saat ditemui wartawan di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (14/8/2025).
Korban keracunan itu berasal dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Pamungkas Mlati, dan SMP Muhammadiyah 3 Mlati.
Untuk saat ini kepolisian masih menunggu pengujian. Hasilnya bisa cukup lama hingga satu bulan. Apabila nantinya ditemukan unsur kesengajaan atau pidana, akan dilakukan pemrosesan.
"Untuk penyedia sudah dilakukan pemeriksaan. Saat ini masih kooperatif," tambahnya.
Sementara terkait korban, informasi terakhir yang diperoleh masih ada 19 orang yang dirawat di RSUD Sleman. Lalu ada tiga orang di RSA UGM.
"Kondisi baik, mungkin hari ini (kemarin, Red) sudah ada yang pulang," ungkap perwira dengan tiga mawar di pundak itu.
Edy menyebutkan untuk saat ini MBG di tiga sekolah terdampak dihentikan sementara. Meski demikian untuk sekolah tingkat SD, MBG masih disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
"Kalau yang SD masih dengan mitra sama. Kalau SD itu kan beda," katanya.
Penghentian sementara ini tidak bisa dipastikan sampai kapan. Lantaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan menentukan.
Apabila setelah dilakukan pengecekan steril dan membolehkan, maka akan dilanjutkan.
"Kalau tidak steril itu kewenangan BGN untuk mencabut atau tidak. Kalau untuk pengawasan kami lakukan, tapi dari BGN yang melekat," tandasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Yusuf Prasetyo menjelaskan, ke depan akan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Saat ini telah dilakukan komunikasi dengan BGN maupun Pemkab Sleman.
"Kalau kami hanya membantu distribusi dan pengawasan. Tapi program itu langsung dari BGN pusat," kata Yusuf. (del/laz)
Editor : Herpri Kartun