Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belasan Siswa Korban Keracunan MBG Rawon di Mlati Sleman  Masih Opname, Dinkes dan Labfor Periksa Sampel Makanan dan Muntahan

Delima Purnamasari • Jumat, 15 Agustus 2025 | 02:40 WIB

Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo
Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo
SLEMAN - Polresta Sleman masih menyelidiki kasus dugaan keracunan 178 siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Mlati usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) Rabu (13/8/2025).

Dinas kesehatan dan laboratorium forensik di Semarang sedang memeriksa sampel yang diambil dari makanan maupun muntahan.

"Dicurigai rawon. Kalau menunya ada rawon, buah, dan sayuran," ujar Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo saat ditemui wartawan di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (14/8/2025).

Korban keracunan  itu berasal dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Pamungkas Mlati, dan SMP Muhammadiyah 3 Mlati.

Untuk saat ini kepolisian masih menunggu pengujian. Hasilnya bisa cukup lama hingga satu bulan. Apabila nantinya ditemukan unsur kesengajaan atau pidana, akan dilakukan pemrosesan.

"Untuk penyedia sudah dilakukan pemeriksaan. Saat ini masih kooperatif," tambahnya.

Sementara terkait korban, informasi terakhir yang diperoleh masih ada 19 orang yang dirawat di RSUD Sleman. Lalu ada tiga orang di RSA UGM.

"Kondisi baik, mungkin hari ini (kemarin, Red) sudah ada yang pulang," ungkap perwira dengan tiga mawar di pundak itu.

Edy menyebutkan untuk saat ini MBG di tiga sekolah terdampak dihentikan sementara. Meski demikian untuk sekolah tingkat SD, MBG masih disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

"Kalau yang SD masih dengan mitra sama. Kalau SD itu kan beda," katanya.

Penghentian sementara ini tidak bisa dipastikan sampai kapan. Lantaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan menentukan.

Apabila setelah dilakukan pengecekan steril dan membolehkan, maka akan dilanjutkan.

Baca Juga: Dari Reklame Liar Sampai Bendera Partai, Satpol PP Gunungkidul Tertibkan Sampah Visual di Playen dan Patuk

"Kalau tidak steril itu kewenangan BGN untuk mencabut atau tidak. Kalau untuk pengawasan kami lakukan, tapi dari BGN yang melekat," tandasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Yusuf Prasetyo menjelaskan, ke depan akan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Saat ini telah dilakukan komunikasi dengan BGN maupun Pemkab Sleman.

"Kalau kami hanya membantu distribusi dan pengawasan. Tapi program itu langsung dari BGN pusat," kata Yusuf. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#SMP Muhammadiyah 3 Mlati #keracunan mbg #keracunan mbg sleman #SMP Muhammadiyah 1 Mlati #RSA UGM #Makan Bergizi Gratis 2025 #Sleman #Polresta Sleman #SMP Pamungkas Mlati #Kapolresta Sleman #keracunan #Makan Bergizi Gratis #Siswa #laboratorium forensik #Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG #Kabupaten Sleman #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #Makan Bergizi Gratis (MBG)