SLEMAN - Disposal peluru mortir yang ditemukan di Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak telah berhasil dilakukan pada Selasa (12/8). Pemusnahan ini dilakukan di Padukuhan Besalen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.
Pada hari ini terdengar dua kali ledakan. Masing-masing pukul 11.33 dan 12.24. Lewat ledakan kedua yang suaranya terdengar sangat keras ini disposal berhasil dilakukan.
Sebelumnya, pada hari Senin (11/8) telah dilakukan upaya peledakan sebanyak empat kali. Suaranya masing-masing terdengar pada pukul 16.12, 16.35, 16.53, dan 17.08.
Untuk sementara ini tercatat ada delapan bangunan terdampak. Berupa enam genting pecah, satu gavalum rusak, dan satu kaca pecah.
Tujuh bangunan berlokasi di Padukuhan Besalen. Sementara satu berlokasi di Padukuhan Banjarsari. Bangunan warga yang terdampak ada tujuh buah. Sementara satu adalah masjid. Usai peledakan ini juga dilakukan pengumpulan material yang tercecer.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman Raden Haris Martapa menyebut, kerusakan yang terjadi hanya minor saja. Pada hari ini bisa langsung dilakukan perbaikan. Nantinya akan dibiayai menggunakan APBD.
"Saat ini kami masih lakukan identifikasi. Tidak ada korban jiwa. Hanya kaget saja. Saya juga kaget," sebutnya saat ditemui di Kantor Kalurahan Glagaharjo, Selasa (12/8).
Sementara itu, salah satu warga sekitar Sunarni mengaku mendengar dengan jelas suara ledakan. Meski sudah diberikan informasi sebelumnya, dia mengaku tetap kaget lantaran suara ledakan kedua yang cukup kencang.
"Masyarakat yang lain ada yang menemukan serpihan. Kalau saya tidak," katanya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita