SLEMAN - PT Petani Milenial Sleman bersama Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) dan Champion Cabai Indonesia telah melakukan kegiatan ekspor perdana. Hal ini untuk varietas cabai rawit.
Direktur PT Petani Milenial Sleman Ardhi Prasetyo menjelaskan, ekspor ini menyasar ke beberapa negara Asia dan berencana meluas ke Timur Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk menahan harga cabai rawit agar tetap di atas break even point (BEP). Dengan demikian, petani tidak mengalami kerugian di tengah anjloknya harga di pasaran.
“Beberapa waktu terakhir harga cabai jatuh hingga mendekati BEP. Kami tidak ingin petani merugi," lontarnya.
PT Petani Milenial Sleman sendiri adalah wadah bagi generasi muda di sektor pertanian untuk menciptakan inovasi. Selain itu, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Mereka berbaris di Bumi Sembada. Melakukan kegiatan pemasaran, pengolahan hasil, hingga ekspor produk pertanian berkualitas.
Sementara itu, CEO PT Petani Milenial Sleman Isnaini Baroroh menyebut, dalam satu minggu timnya menargetkan bisa menyerap sampai sembilan ton cabai. Nantinya akan diproses minimal satu ton per hari.
"Diambil dari petani cabai di Sleman dan sekitarnya. Lalu proses petik tangkai sebagai salah satu syarat mutu ekspor," tambahnya.
Dalam kegiatan ini mereka, bermitra dengan kelompok wanita tani (KWT) dan masyarakat. Sehingga, diharapkan bisa memberikan tambahan penghasilan. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita