SLEMAN - Lomba gerak jalan di Padukuhan Demangan, Maguwoharjo, Depok, Sleman tampak meriah Minggu (10/8). Sebab warga yang ikut serta harus berkostum menarik.
Setiap kelompok yang berisikan enam orang bapak-bapak maupun ibu-ibu ini tampil dengan percaya diri. Satu orang lainnya bertugas memimpin utnuk nunjukkan kemampuan dalam baris-baris, menyanyikan yel-yel, menyanyi, dan menari.
Baca Juga: Demi Bangsa dan Negara, Kadin Indonesia Lupakan Untung-Rugi selama Retret di Akmil Magelang
Ada kelompok yang terlihat dengan kostum seperti nyamuk. Bermodal galon bekas yang dicat berwarna hitam dan putih. Mereka turut menari diiringi suara nyamuk yang khas. Pertunjukan mereka pun tidak luput dari keberadaan raket raksasa. Digunakan sebagai pemukul, membuat nyamuk langsung tergeletak mati.
Sementara kelompok lain, ada yang mengenakan pakaian adat dari timur. Berbekal baju dari karung goni dan rumbai-rumbai dari tali rafia, mereka menari layaknya masyarakat Papua.
Baca Juga: PSS Sleman Kalah dari Sumsel United di Laga Uji Coba, Pieter Huistra Dapat Pelajaran Berharga
Ketua panitia perlombaan Adhe Surya Pratama menjelaskan, tahun ini mereka mengangkat tema barang bekas. Para peserta yang merupakan perwakilan setiap RT diminta untuk membuat kostum sesuai dengan kreativitas dan imajinasi masing-masing.
"Ini juga bentuk keprihatinan kami terkait sampah. Selain itu, biar menghemat anggaran yang dibutuhkan," katanya saat ditemui di sela-sela perlombaan Minggu (10/8).
Selain lomba gerak jalan, panitia juga turut menggelar berbagai lomba lain. Mulai dari voli air, estafet rias wajah, hingga pukul paku. "Untuk hasil lomba akan diumumkan ketika malam tirakatan. Jadi semua warga kumpul," ungkapnya.
Sementara itu, warga Demangan yang jadi penonton Annisa Husna menyebut, lomba gerak jalan ini sangat lucu dan menghibur. Meski sudah lansia, para peserta berupaya kompak menyanyikan yel-yel dan menunjukkan kreativitas mereka.
"Mereka berupaya maksimal. Di zaman sekarang itu kebanyakan sudah pada sibuk. Kegiatan berkumpul ini bisa menumbuhkan rasa kebersamaan," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita