Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melarang Study Tour, Gubernur Jawa Barat KDM Dapat Penolakan saat Akan Datang ke Sleman

Delima Purnamasari • Rabu, 6 Agustus 2025 | 04:45 WIB
Spanduk berisi penolakan oleh pihak Forum Wisata Jogja-Jateng terhadap kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terpasang di salah satu sudut simpang empat Ring Road Monjali, Sleman,
Spanduk berisi penolakan oleh pihak Forum Wisata Jogja-Jateng terhadap kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terpasang di salah satu sudut simpang empat Ring Road Monjali, Sleman,

 

SLEMAN - Rencana kedatanagnGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  di Kabupaten Sleman mendapat penolakan. Hal itu diwujudkan dalam pemasangan spanduk. Radar Jogja setidaknya melihat spanduk terkait orang nomor satu di Jabar yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu di beberapa titik.

 

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Jogja, spanduk ini dipasang untuk menolak rencana kedatangan KDM di Sleman, kemarin (5/8). KDM disebut-sebut akan menghadiri acara Konser Kebangsaan di Lapangan Temanggal, Kalasan, Sleman, Selasa malam  (5/8).

Pemasangan spanduk penolakan di sepanjang Ring Road Utara ini karena jalan akan dilewati KDM. Aksi serupa juga terjadi di Purwomartani, Kapanewon Kalasan.

Salah satunya di simpang empat Monumen Jogja Kembali (Monjali). Tertulis "Selamatkan Pariwisata dari Gubernur Pencitraan KDM". Spanduk senada juga ada di simpang empat Kentungan, Jalan Kaliurang. Tulisannya, "KDM Sudahi Pencitraanmu, Perekonomian Wisata Gulung Tikar karena Ulahmu!!!"

Ada pula di simpang empat UPNVY. Dengan tulisan "KDM Gubernur Konten Jangan Jadikan DIY sebagai Bahan Kontenmu!!!" Seluruh spanduk dilengkapi foto KDM tengah bermain telepon genggam. Tertandanya sebagai Forum Wisata Jogja Jateng.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri yang sebelumnya turut serta dalam demonstrasi di Jawa Barat memastikan, pihaknya melarang pemasangan spanduk itu. Spanduk ini disebut tidak mewakili secara organisasi. Meski demikian, dia tidak membantah pemasangan oleh individu.

Dia menilai ini hal tersebut adalah aspirasi dari pelaku wisata yang terdampak kebijakan KDM. Berupa penurunan omzet setelah kebijakan larangan study tour terbit. Khususnya dari sekolah asal Jawa Barat.

"DP (down payment) dibatalkan setelah adanya larangan KDM sekitar 35 persen. Saat ini sudah banyak yang kami kembalikan," ujar Dardiri lewat pesan suara kemarin (5/8).

Hal senada diungkapkan pelaku wisata jip Merapi Jawir Fauzy. Dia mengaku mengetahui soal pemasangan spanduk ini. Lantaran KDM akan datang ke Jogja.  "Saya dapat info sudah terpasang di perempatan  Monjali dan UPN,” jelasnya.

Baca Juga: Peringatan bagi Vendor dengan Stikerisasi pada Papan Reklame di Kebumen yang Tak Taat Bayar Pajak

Walau demikian, dia menyatakan tidak ikut memasang spanduk tersebut. Namun isu mengenai adanya spanduk ini telah beredar di kalangan pelaku wisata.

Disinggung soal Forum Wisata Jogja-Jateng, dia mengatakan terdiri atas sejumlah elemen. Baik hotel, rumah makan, jip Merapi, jip Breksi, jip pantai, objek wisata, sampai oleh-oleh.

"Semua elemen yang bekerja di sektor pariwisata seluruhnya merasakan dampak langsung kebijakan KDM,” katanya.

Dia menyebut penurunan yang terjadi mencapai 50 persen. Baik karena batal maupun tidak jadi berkunjung meski telah melakukan pembayaran uang muka. "Uang muka yang dikembalikan kisaran Rp 700 juta," katanya. (del/laz)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#KDM #melarang #breksi #kalasan #study tour #Merapi #spanduk penolakan #Gubernur Jawa Barat #kang dedi mulyadi #jip