Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perluas Jangkauan QRIS Tap, BI Luncurkan QRIS Tap Transportasi dan Kick Off Program Qris Jelajah Indonesia 2025

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 5 Agustus 2025 | 05:48 WIB
Peluncuran QRIS Tap Transportasi DIJ dan Kick Off Program Qris Jelajah Indonesia 2025 di Hotel Royal Ambarukmo, Sleman, Senin (4/8).
Peluncuran QRIS Tap Transportasi DIJ dan Kick Off Program Qris Jelajah Indonesia 2025 di Hotel Royal Ambarukmo, Sleman, Senin (4/8).

 

SLEMAN - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan QRIS Tap sektor transportasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Kick Off program Qris Jelajah Indonesia 2025 di Hotel Royal Ambarukmo, Senin (4/8).

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, akselerasi, dan perluasan jangkauan penggunaan QRIS Tap.

Acara tersebut, antara lain, dihadiri lima pimpinan kantor perwakilan BI yang mewakili 46 kantor di Indonesia. Juga, jajaran Forkopimda DIY.

BI sengaja memilih DIY sebagai lokasi peluncuran karena sebagai percontohan transformasi digital dengan tidak meninggalkan kearifan dan budaya lokal.

"Jogja merupakan pusat budaya yang memancarkan keistimewaan. Ini selaras dengan slogan, QRIS Istimewa sama seperti Jogja Istimewa," ujar Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta disela acara.

Menurutnya, Jogja mengajarkan harmoni dalam menjaga keseimbangan dunia. Jogja berhasil memadukan kearifan masa lalu dengan semangat pembaharuan sebagaimana filosofi hamemayu hayuning bawana.

Di tengah akselerasi digitalisasi, Jogja mentransformasi diri tanpa meninggalkan akar dan nilainya.

"Kita melihat sendiri bagaimana Malioboro bertransformasi dengan ekosistem digital, namun tetap mempertahankan nuansa budaya yang masih kental," tuturnya.

Digitalisasi, lanjutnya, tidak hanya berbicara tekonologi, tapi juga tentang menjembatani tradisi dengan inovasi.

Digitalisasi juga bertujuan memperkuat inklusi dan memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sehingga ekonomi akar rumput dapat tergerak.

"Semangat harmoni Jogja ini yang menjadi inspirasi bagi transformasi ekonomi dan digitalisasi yang sedang kami dorong," bebernya.

Baca Juga: Jogja Butuh Transportasi Massal Berbasis Rel, Stevanus Sebut  Masuk Rencana Induk Transportasi 2025-2045

Dari data yang ia dapat, selama lima tahun ini, sistem pembayaran nasional mengalami lompatan signifikan. Khususnya melalui blue print sistem pembayaran indonesia 2025.

Yakni QRIS, BI Fast, Snap dan sebagainya. Transaksi digital nasional tumbuh pesat. Lebih dari 90 persen bank umum saat ini telah memiliki kanal digital.

"Sampai dengan semester satu 2025 transaksi BI fast telah mencapai 8,3 milyar, dengan nominal transaksi senilai 22,2 quadriliun rupiah," jelasnya.

Kemudian, ia melanjutkan, penggunaan layanan QRIS sampai semester satu 2025 telah menjangkau 57 juta pengguna.

Sebanyak 39,3 pengguna merupakan pedagang atau sebagai sarana pembayaran. Dari 39,3 juta itu, 93,16 persen adalah pelaku UMKM

"Transaksinya mencapai 6,05 transaksi senilai 579 triliun rupiah," tandasnya.

Dengan lonjakan yang tinggi tersebut, pihaknya tahun ini menargetkan dapat menjangkau 58 juta pengguna QRIS.

Untuk pedagang, ditargetkan 40 juta pedagang dengan jumlah transaksi 6,5 milyar  sampai akhir tahun ini.

"QRIS bahkan telah menjangkau antarnegara. Antara lain Singapore, Thailand dan Malaysia," terangnya.

Sejak diluncurkan pada bulan Maret tahun lalu, Qris tap menunjukkan kemajuan signifikan dan diimplementasikan secara aktif di Indonesia.

Hingga Juli, fitur tersebut telah diimplementasikan di berbagai moda trasnportasi umum seperti Teman Bus dan Damri.

"Akan kami perluas dengan tambahan fitur tap in tap out yang akan diimplementasikan pada september," tegasnya.

Selanjutnya, terkait program QRIS Jelajah Indonesia yang digagas sejak satu tahun lalu. Program tersebut merupakan sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat berwisata sekaligus bertransaksi secara digital.

"Program ini membuktikan bahwa digitalisasi bukan ancaman bagi kearifan lokal namun sebagai sarana melestarikan budaya," katanya.

Gubernur DIY Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa program tersebut merupakan sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat transformasi digital di bidang sistem pembayaran dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Transformasi digital bukanlah sekadar adopsi teknologi, melainkan laku budaya baru yang menuntut adaptasi, kolaborasi, dan keteguhan nilai.

Jogja memiliki kekhasan, kemampuan untuk memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai lokal yang adi luhung.

"Kami menyebutnya sebagai bentuk dari kecerdasan budaya, yakni kearifan dalam mengelola perubahan tanpa kehilangan jati diri," ujarnya.

Kearifan ini, lanjutnya, mengajarkan agar tidak semata memburu efisiensi, tetapi juga menjaga inklusivitas dan keberlanjutan.

Maka, peluncuran QRIS Tap di sektor transportasi bukan hanya tentang nirsentuh dan NFC, tetapi juga tentang menyentuh kehidupan masyarakat.

"Menghadirkan kemudahan bagi pelaku UMKM, penyedia layanan, dan seluruh lapisan warga, tanpa meninggalkan siapa pun di belakang," bebernya.

Program tersebut dinilai sebagai upaya membangun ekosistem keuangan yang tidak saja cepat dan praktis, tetapi juga menyatu dengan denyut ekonomi lokal.

Mulai pasar tradisional, halte Trans Jogja, hingga UMKM di sudut kampung dapat dimudahkan dalam sistem pembayaran.

"Dalam falsafah Jawa, dikenal konsep memayu hayuning bawana menjaga harmoni dunia agar tetap elok.

Di era digital, maknanya bertambah bagaimana teknologi digunakan tidak semata untuk pertumbuhan, tetapi juga untuk pemerataan dan kebermanfaatan bersama," jelasnya. (oso/zam)

Editor : Herpri Kartun
#budaya lokal #Hamengku Buwono X #QRIS Tap #QRIS #BI Fast #gubernur diy