SLEMAN - Layanan Wi-Fi gratis yang sempat dimatikan mulai kembali dihidupkan secara bertahap. Langkah ini dilakukan terhitung sejak Agustus.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman Budi Santosa menyebut, penghentian layanan tersebut disebabkan 633 dari total 1.212 titik lokasi pemasangan Wi-Fi tidak sesuai. Utamanya berada di rumah pribadi.
"Usulan kalurahan sudah kami verifikasi dan identifikasi. Sudah ada di fasilitas umum," ungkapnya.
Dia memastikan, aktivasi ulang Wi-Fi ini sudah dipasang di lokasi yang tepat. Mulai dari pos ronda, balai warga, serambi masjid, hingga balai padukuhan.
Satu padukuhan minimal memiliki satu titik Wi-Fi gratis. Apabila periode sebelumnya kecepatan internet hanya 20 mbps, kali ini meningkat menjadi 50 mbps. Harapannya bisa digunakan bersama-sama.
"Ada dua provider yang sanggup menyediakan. Kami tawarkan ke internet service provider lokal. Beda dengan sebelumnya," tambahnya.
Budi menyebut, hingga akhir tahun program ini akan dibiayai oleh APBD. Sementara tahun 2026 diusahakan bisa berkolaborasi dengan perusahaan. Misalnya, lewat skema corporate social responsibility (CSR). Dalam satu tahun sendiri, program Wi-Fi gratis ini menghabiskan biaya hingga Rp 5 miliar.
Disinggung soal keamanan, dia menyebut akan dipantau lewat laporan periodik yang diberikan oleh penyedia. Nantinya bisa dilihat digunakan siapa dan untuk apa.
"Kontrol dari penyedia. Jadi tidak bisa akses judol dan semacamnya. Ada pihak ketiga yang mengatur," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya sendiri memang menyoroti banyaknya Wi-Fi yang dipasang di rumah pribadi. Di sisi lain, jaringan yang terbatas hanya 20 meter saja. Untuk itu evaluasi ini krusial dilakukan.
"Program ini memang dibutuhkan masyarakat. Saya juga enggak menghilangkan," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita