SLEMAN - Pasar Godean yang telah selesai direnovasi hingga kini masih belum digunakan. Sembari menunggu fasilitas parkir jadi, perencanaan kepindahan terus dimatangkan.
Ketua Paguyuban Tlasaran Pasar Godean Paryanto menyebut, awalnya pedagang tlasaran belum semuanya bisa terakomodasi. Lantai dua yang direncanakan sebagai lokasi penempatan mereka disebut tidak cukup.
Tempat yang disediakan hanya cukup bagi 204 pedagang tlasaran. Sementara jumlah riil mereka mencapai 375 orang. Di sisi lain, lokasi yang disediakan hanya berukuran 1x0,9 meter. Ada juga yang 1,2x1 meter.
"Jadi kami mengambil sikap dan sempat berencana untuk tidak menempati Pasar Godean," katanya melalui sambungan telepon Jumat (1/8).
Baru kemudian dilakukan pengukuran lagi. Hingga akhirnya kondisi pedagang mulai tenang. Lantaran pasar sudah bisa menampung 371 pedagang tlasaran. Jumlahnya tidak jauh dari kondisi riilnya.
"Kami minta dimasukan untuk tiap-tiap nama jadi jelas tempat berdagangnya," tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menyebut persoalan kurangnya lokasi pedagang tlasaran ini sudah bisa diselesaikan. Para pedagang tlasaran akan ditempatkan di depan pedagang los dan kios. Hal ini memungkinkan lantaran pedagang tlasaran berjualan dini hari. Selesai sekitar pukul 07.00 atau 08.00.
"Kalau los dan kios jualnya siang. Sekitar jam 09.00. Begitu yang punya kios buka, nanti tlasaran ini sudah selesai," tambahnya.
Dia menyebut pihaknya terus memfasilitasi kebutuhan pedagang. Apabila tidak berkenan tidak masalah jika ingin mencari lokasi berjualan yang lebih representatif.
Disinggung soal pengundian lapak, Mae mengatakan saat ini masih dilakukan persiapan. Sebelumnya direncanakan kembali akhir Juli. Tetapi menurutnya, masih ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. "Rencana memang akhir Juli atau awal Agustus. Insyaa Allah jadi," tandasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita