Ada di satu lokasi di Kalurahan Maguwoharjo.
"Tadi kami sidak dengan satgas pangan di lokasi tersebut sekaligus beberapa lokasi lain. Tidak kami temukan," terangnya saat ditemui di Kantor Disperindag, Jumat (1/7).
Mae menyebut, berdasarkan laporan warga, beras yang dijual tidak sesuai dengan spesifikasinya. Sehingga kualitasnya kurang baik.
Namun, saat di lokasi yang dilihat beras yang dijual sesuai.
"Saat kami lihat di lokasi memang sesuai. Untuk yang premium ya premium," tambahnya.
Dalam sidak di ruko tersebut rombongan hanya bertemu dengan petugas.
Dia mengaku memang beras yang dikeluhkan memang pernah dijual. Namun, saat ini sudah ditarik.
Termasuk di gudang juga sudah tidak ada.
"Untuk peringatan dan tindak lanjutnya terus kami formulasikan. Akan terus kami dalami lagi," ujarnya.
Pemantauan terkait potensi adanya beras oplosan ini disebut bukan kali pertama dilakukan. Namun, terkait laporan yang masuk baru sekali ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman Kurnia Astuti menjelaskan, laporan ini didapat dari warga. Saat itu dia tengah membeli beras di toko swalayan modern. (del)
Editor : Bahana.