SLEMAN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Taupiq Wahyudi hanya akan menjabat selama lima bulan. Sejak dilantik pada Selasa (22/7) lalu, hingga akhir Desember nanti.
"Nanti satu Januari sudah enggak masuk. Sudah pensiun," katanya saat ditemui di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman Rabu (30/7).
Baca Juga: Pencarian Azka Nurfadillah di Pantai Siung Masih Nihil, Operasi Resmi Ditutup
Dia menjadi salah satu eselon dua yang dirotasi oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan sekaligus Plt Inspektur.
Meski menjabat hanya dalam waktu singkat, dia sebut hasil rotasi ini tetap akan berjalan efektif. Lantaran sebelumnya dia pernah menduduki jabatan kepala DPUPKP Sleman selama empat tahun.
"Jadi gampang beradaptasi. Tinggal genjot yang sudah jalan," katanya.
Di sisi lain, jabatan baru ini sesuai dengan bidangnya yang memiliki latar belakang di teknik sipil. Kalau pun dijadikan definitif di inspektorat dia menilai justru keilmuannya tidak akan maksimal. Lantaran lebih pada penegakan aturan aparatur sipil negara.
"Mungkin mending ditutugke di dinas Pu daripada staf ahli. Itu kebijakan bupati. Dalangnya kan beliau," katanya.
Taupiq menyebut di awal kepemimpinan ini ada beberapa hal yang jadi fokusnya. Sesuai dengan visi dan misi bupati. Mulai dari jalan yang halus, perizinan cepat, dan pelayanan masyarakat yang transparan.
Baca Juga: Awas, KPK Awasi Praktik Tambang Ilegal di Seluruh Wilayah DIY
"Kalau evaluasi periode lalu yang lalu ya sudah. Saya mikirnya ke depan. Kalau ada yang belum baik saya perbaiki," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, rotasi eselon II dilakukan untuk menempatkan orang terbaik di tempat yang tepat. Dia ingin orang yang memangku jabatan punya kapasitas. "Semua elemen harus jadi satu pikiran," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita