Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengalaman Buruk Penghuni Kos di Berbah: Diteror Pesan Misterius hingga Merasa Kegiatan Sehari-Harinya Diawasi

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 26 Juli 2025 | 23:37 WIB
Ilustrasi perempuan kaget dan terjebak dalam situasi menegangkan, setelah mendapatkan pesan misterius.
Ilustrasi perempuan kaget dan terjebak dalam situasi menegangkan, setelah mendapatkan pesan misterius.

RADAR JOGJA – Pengalaman mengerikan dialami salah satu penghuni kos di daerah Berbah, Sleman.

Penghuni tersebut baru saja pindah ke kost tersebut.

Dia merasa diteror secara psikologis, hanya berselang sehari setelah pindah ke kos barunya.

Kejadian bermula pada malam H+1 kepindahan korban.

Ketika malam hari, korban sempat mendengar suara berisik dari luar, namun ia memilih untuk mengabaikannya.

Puncaknya, ketika ia telah tertidur lelap lalu pada pukul 02.22 dini hari, korban terbangun dalam kondisi ketakutan setelah membaca secarik kertas.

Korban berniat ingin menghubungi kekasihnya namun tidak memiliki kuota internet, lalu ia berusaha mencari WiFi dan menemukan salah satu hotspot yang tidak menggunakan password.

Tetapi anehnya ussername pada hotspot tersebut menggunakan nama dengan nomor WhatsApp.

Lalu tanpa berpikir panjang, korban langsung menggunakan jaringan tersebut.

Kemudian pada pukul 03.00 Pagi, secarik kertas masuk melalui bawah pintu kamar kosannya, kertas tersebut berisi tulisan “Hai kak, no WA ..........., save ya. Kalau saya ke warung boleh titip ya, kasihan lihat kakaknya jalan kaki. Tadi ngintip ya?,” pesan tersebut sontak membuat korban tidak nyaman dan menimbulkan rasa takut, namun korban berusaha mengabaikannya.

Teror berlanjuat pada keesokan paginya, saat korban sedang bersih-bersih kamar, pintu kamarnya diketuk dan setelah dibuka, ada sebungkus es teh serta kertas yang bertuliskan, "Save WA ku, ada yang mau aku tanyakan. Penting. Aku yang ngasih es teh tadi.”

Tidak berhenti dari situ, lemparan kertas dari arah atas yang terjadi berulang kali sampai 9 kali.

Salah satu pesan dari kertas tersebut bertulisan “Buruan mandi gih. Saya biasanya nunggu kakaknya selesai mandi, soalnya saya suka kalo pake kamar mandi habis dipakai kakaknya jadi wangi,” pesan tersebut membuat korban semakin ketakutan.

Serangkaian kejadian tersebut membuat korban merasa diteror secara psikologis.

Ia mengaku takut keluar kamar hingga tidak berani mandi.

Merasa benar-benar tidak nyaman dan terancam, korban akhirnya memutuskan untuk segera pindah kos.

Kejadian buruk dan tidak mengenakan dapat terjadi kapan di mana saja, terutama bagi perempuan dapat lebih rentan terhadap menjadi korban dari gangguan atau tragedi tertentu.

Maka untuk menjaga diri sendiri dan mendapatkan hidup yang nyaman, kita perlu lebih waspada dan cermat dalam memilih tempat tinggal demi memastikan keamanan dan privasi diri sendiri dari ancaman bahaya yang mengintai. (Annisa Malika Akbar)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Sleman #pengalaman buruk #Diteror Pesan Misterius #penghuni kos #psikologis #berbah