SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 22 pejabat eselon dua di Pendopo Parasamya Selasa (22/7). Tiga di antaranya merupakan hasil dari proses lelang. Sementara 19 sisanya dilakukan rotasi.
Dalam kesempatan ini dia menegaskan Bumi Sembada harus dibangun dengan kekompakan. Terlebih, usai diuji dengan kontestasi pilkada.
Baca Juga: PSS Sleman Masih Agendakan Uji Coba Terbuka Lawan PSBS Biak di Maguwoharjo
"Semuanya larut kesalahan. Aturan PNS tidak boleh ikut-ikut, tapi semuanya ikut," tegasnya.
Dia menyebut hal semacam itu tidak boleh lagi terjadi di eranya. Apabila ke depan dia ataupun Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa maju lagi, biar menjadi urusan mereka yang di luar pemerintahan.
Mantan Sekda Sleman ini bahkan mengaku, kubu-kubuan dan keberpihakan sangat terasa. Kondisi ini diakuinya membuat sulit. Saat disinggung apakah penggantian pejabat ini karena kubu-kubuan atau bukan, dia mengaku memang karena mereka tidak mampu.
"Ya ndilalah ra tepat wae. Makanya ada yang tetap walaupun enggak ke saya. Nyatane masih ada yang di situ, rata semua," katanya
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Insta360 ONE X3 Cocok untuk Konten Kreator dan Petualang
Dia juga berpesan agar semua elemen jadi satu pikiran. Ketika masih berpikir soal keberpihakan maka akan dia tinggal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Jogja, pelantikan ini memang tidak lepas dari unsur politik pilkada. Utamanya untuk menggeser orang-orang periode lalu dengan kepercayaan dari bupati sendiri.
Hal tersebut bahkan tidak ditampik oleh Abu Bakar yang lolos usai lelang dan resmi menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman. Dia menyebut saat menjadi ASN di daerah memang tidak bisa menutup mata terkait unsur politik maupun like and dislike. Bahkan bisa lebih besar pertimbangannya dibanding profesionalitas kinerja.
Saat periode bupati sebelumnya Abu sendiri menjabat sebagai sekretaris BKAD. Namun, dirotasi menjadi sekretaris dinas perpustakaan dan kearsipan.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-55, Astra Motor Salurkan 550 Kantong Darah di 12 Wilayah Indonesia
"Makanya disampaikan Pak Harda tadi kalau pilkada biar orang di luar saja. Di dalam itu birokrasinya kuat. Saya setuju," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita