SLEMAN - Peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (21/7/2025).
Kegiatan yang terpusat di Klaten, Jawa Tengah, itu dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Seluruh daerah terhubung melalui siaran langsung secara daring.
Peluncuran di DIY dilakukan di KDMP Sinduadi, Kapanewon Mlati. Dalam kegiatan ini Gubernur DIY Hamengku Buwono X dan ketua KDMP Sinduadi berkesempatan melakukan dialog dengan presiden melalui platform Zoom.
HB X menyampaikan rasa terima kasih atas program KDMP. Sebab, hal itu bisa menopang program di DIY.
Khususnya reformasi kalurahan dengan 16 model kegiatan. Baik di sektor jasa, sektor pariwisata, hingga sektor pertanian.
”Program ini sudah berjalan dua tahun, tapi belum ada bentuk unit usahanya. Sekarang tinggal ditempeli koperasi merah putih," jelasnya.
Dengan kemudahan yang diberikan saat ini, di DIY sudah ada 483 KDMP berbadan hukum. Harapannya kelak bisa menjadi kekuatan baru di kalurahan.
”Masyarakat juga bisa mengambil inisiatif dengan harapan pemberdayaan juga semakin baik," tandasnya.
Dialog dilanjutkan oleh Ketua KDMP Sinduadi Kliwon Suherman. Dia menyebut, ada berbagai gerai usaha yang tersedia.
Salah satunya pengembangan usaha simpan pinjam dengan 955 anggota.
”Modal awal kami Rp 1,1 miliar. Pengembangan gerai sembako pada tanggal 1 sampai 18 juli sudah ada omzet 57,3 juta," sebutnya.
Kliwon juga menyebut ada unit usaha cold storage yang bekerja sama dengan badan usaha milik kalurahan (BUMKal).
Bentuknya berupa pengolahan susu kambing yang dijadikan es krim. Selain itu, ada gerai jasa fotokopi dan gerai sembako.
”Kami bekerja sama dengan Pupuk Indonesia untuk melayani 128 petani untuk pupuk subsidi," tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Presiden Prabowo menegaskan, peluncuran kelembagaan KDMP merupakan hari bersejarah.
Filosofi koperasi persis sapu lidi. Ketika dilakukan di banyak titik menjadi kekuatan besar.
”Konsepnya gotong royong. Gerakan seperti ini tidak disukai oleh kapitalis besar," tegasnya. (del/zam)
Editor : Herpri Kartun