SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan revitalisasi taman median di sepanjang Jalan Raya Tajem. Hal ini berakibat pada penebangan pohon yang sudah ada sebelumnya.
Namun revitalisasi ini justru dipermasalahkan oleh sejumlah netizen. Dalam salah satu unggahan Instagram @merapi_uncover, warganet mempertanyakan kebijakan ini. Khususnya soal pohon yang dicabut dan hanya untuk ditanam lagi. Begitu pula dengan susunan batu yang mengitarinya. Dirusak untuk dibangun lagi.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Ingatkan Potensi Bahaya Gelombang Laut Tinggi sebagai Dampak Siklon Tropis Wipha
Berdasarkan pengamatan Radar Jogja memang pohon di median jalan sama sekali sudah tidak ada. Terlihat pula susunan bata yang dibentuk sebagai tempat tanaman. Penanda peringatan adanya material juga dipasang. Pengendara diminta untuk berhati-hati.
Warga sekitar Suwarto bercerita, sebelumnya pohon di median Jalan Raya Tajem ini banyak yang sudah besar. Bahkan tingginya sama dengan kabel-kabel listrik.
"Pohonnya itu seperti cemara. Kalau sekarang ditebang memang jadi makin panas," ungkapnya saat ditemui di lokasi Minggu (20/7).
Baca Juga: Bertaut Rindu, Ingatkan Pentingnya Komunikasi Anak dengan Orang Tua, Tayang 31 Juli 2025
Dia juga tidak menampik bahwa akar pohon sebelumnya sudah sampai tembus dari tempatnya. Terlihat hingga ke jalan. Untuk itu harapannya perbaikan ini bisa membuat pemandangan lebih rapi dan indah.
"Tidak tahu bakal diganti jadi pohon apa. Tapi pengennya yang rindang biar adem," tambahnya.
Program serupa sebenarnya pernah dilakukan di sepanjang Jalan Affandi. Saat itu, seluruh pohon glodokan ditebang. Diganti dengan pohon tabebuya dan pohon asam. Dilakukan pula pemasangan lampu-lampu hias.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Junaidi membenarkan bahwa pihaknya melakukan revitalisasi taman median Jalan Raya Tajem. Namun, ada sedikit berbedaan dengan di Jalan Affandi.
"Bentuknya beda. Ini hanya sederhana. Tidak menggunakan lampu-lampu," ungkapnya singkat melalui pesan WhatsApp. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita