Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belajar dari Kasus di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Bupati Sleman: Hati-Hati Kirim Transmigran

Delima Purnamasari • Jumat, 18 Juli 2025 | 06:45 WIB
Bupati Sleman Harda Kiswaya saat di Konawe Selatan
Bupati Sleman Harda Kiswaya saat di Konawe Selatan

 

 

SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya mewanti-wanti jajarannya untuk lebih berhati-hati dalam pengiriman tarnsmigran. Hal itu belajar dari kasus tarnsmigran asal Sleman di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Diberangkatkan sejak 2012, hingga kini para transmigran belum mendapatkan hak sepenuhnya.

 

"Jadi akan diberikan sewa tanah kawasan hutan sosial selama 35 tahun. Lalu bisa diperpanjang satu kali," kata Harda saat ditemui di Kantor Bupati Sleman, Kamis (17/7). 

Ke depan Harda menyebut akan lebih berhati-hati saat akan mengirim transmigran ke luar daerah. Sehingga, tidak mengecewakan warga yang sudah dikirim ke lokasi. 

 

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Sleman Hendra Adi menerangkan, penempatan transmigran di Tolihe dilakukan pada tahun 2012 sejumlah 15 orang dan kini hanya tertinggal lima keluarga.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Muhammad Mahlin, dari LSM hingga Anggota DPRD Flores Timur,  Pulang ke Jogja, Ingin Gelar Reuni dengan Aktivis Pascareformasi

Sementara di Arongo pada tahun 2011 sejumlah 25 keluarga dan kini tinggal 13 keluarga.  "Solusi yang bisa diusahakan memang menggunakan hutan sosial. Tapi prosesnya panjang karena harus izin hingga Kementerian Kehutanan," katanya. 

 

Hendra juga menyebut akan bersurat pada Presiden Prabowo Subianto dalam bulan ini. Hal ini untuk memohon agar ada perbaikan tata kelola transmigran. Sehingga, ke depan untuk lokasi tujuan legalitasnya bisa dipastikan. (del/pra) 

 

Editor : Heru Pratomo
#KPH Yudanegara #Bupati Sleman #Transmigran #Harda Kiswaya