Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Direlokasi Usai Terdampak Tol Jogja-Solo, Jenazah di Makam Purwomartani Dimakamkan Tiap Sekeluarga

Delima Purnamasari • Selasa, 15 Juli 2025 | 11:40 WIB

 

 

RELOKASI: Proses pemindahan makam terdampak Tol Jogja-Solo di makam wilayah Padukuhan Bayen, Purwomartani, Kalasan Senin (14/7).
RELOKASI: Proses pemindahan makam terdampak Tol Jogja-Solo di makam wilayah Padukuhan Bayen, Purwomartani, Kalasan Senin (14/7).

SLEMAN - Relokasi jenazah di makam wilayah Padukuhan Bayen, Purwomartani, Kalasan yang terdampak Tol Jogja-Solo dimulai Senin (14/7). Prosesi ini akan membutuhkan waktu empat hari dan selesai pada Kamis (17/7).

Jenazah akan dimakamkan kembali dalam satu lubang untuk tiap-tiap keluarga. Setiap lubang, maksimal diisi hingga 12 jenazah. Namun, mereka tidak ditumpuk. Melainkan dijejer.

Hal ini merupakan permintaan warga agar makam menjadi lebih senggang. "Ukuran lubang dua kali dua meter. Tidak masalah laki-laki perempuan yang penting satu keluarga," kata Ketua Tim Pelaksana Pemindahan Makam Al Iswat Semarang Joko Yudho Senin (14/7).

 Baca Juga: PSIM Jogja Resmikan Kiper Timnas Indonesia U23 di AFF U23 Championship, Cahya Supriadi Sebagai Rekrutan Anyar

Dia menyebut, ada 37 orang yang diterjunkan untuk relokasi makam. Menurutnya, proses pemindahan dinilai lancar dan cukup cepat lantaran tanah yang cenderung berpasir sehingga mudah digali. Makam juga banyak yang sudah tidak menggunakan bangunan atau kijing.

"Untuk di makam baru nanti tidak ada bangunannya, hanya penanda yang seragam saja," katanya.

Dalam prosesinya, apa pun yang ditemukan di lubang akan dibungkus dengan kain kafan baru. Baik itu tanah, tulang, hingga kain kafan. Sebelumnya, juga akan disemprot dengan air zamzam dan wewangian. Parfum ini dibuat khusus oleh tim Al Iswat sendiri.

Dalam menjalankan prosesi ini, seluruh area juga ditutup dengan kain. Agar tidak banyak warga yang menonton. Terlebih, makam berada di samping jalan dan proses pembangunan tol juga tetap berjalan.

"Jarak dengan makam baru sekitar satu kilometer. Kami bawa dengan mobil pikap, sekali jakan bisa tujuh sampai delapan jenazah lalu langsung kubur," tambahnya.

Prosesi ini sendiri sebelumnya juga telah diawali dengan selametan selama tiga malam. Pagi hari sebelum pekerjaan dimulai juga ada selametan nedah bumi oleh tim kerja, panitia, ahli waris, dan tokoh masyarakat.

 

Sementara Dukuh Bayen Mukti Sukamdani menjelaskan, seluruh area makam di Sultanaat Grond ini terdampak. Di dalamnya ada sekitar 50-70 jenazah yang perlu dipindahkan. "Dipindahkan ke lahan baru yang kosong. Statusnya tanah kas desa," katanya saat ditemui di lokasi pemindahan.

Dia menyebut ahli, waris mendapatkan ganti rugi dari pihak tol atas pemindahan makam ini. Namun, tidak berupa uang yang disalurkan melainkan digunakan sebagai biaya pemindahan. "Makam ini sudah lama, tapi terakhir digunakan tahun 2019" tambahnya.

Mukti menambahkan bahwa di Padukuhan Bayen ada dua makam terdampak. Namun, satu lainnya hanya sebagian saja sehingga masih bisa digunakan. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Purwomartani #jenazah #al iswat #kalasan #makam #tol #tol jogja-solo #Relokasi #Padukuhan Bayen #relokasi makam #pemindahan makam #sultanaat grond