SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya atas korban jiwa dan bangunan, tetapi juga apabila ada ternak yang mati.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana. Apabila ada ternak yang mati karena ancaman bencana di Bumi Sembada maka berhak mendapatkan stimulan.
Ancaman bencana yang dimaksud ada tujuh jenis. Mulai dari erupsi Gunung Merapi, banjir, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, dan kebakaran.
"Nanti kalau ternak kecil, seperti kambing dapat Rp 1 juta. Kalau besar, seperti sapi atau kerbau Rp 2,5 juta," terangnya saat ditemui di Kantor Bupati Sleman dalam agenda pemberian bantuan bencana, Selasa (8/7).
Baca Juga: Relawan Alumni UGM Desak Kampus dan Jokowi Buka Ijazah ke Publik supaya Tak Pecah Belah Publik
Dalam agenda penyerahan kali ini sendiri turut ada ternak terdampak, yani milik warga Padukuhan Morangan, Sindumartani, Kapanewon Ngemplak milik Pardiman. Satu ekor ternaknya mati tertimpa bangunan kandang yang roboh.
"Kalau ini kambingnya mati dan ditambah rumahnya yang terdampak dapat Rp 500 ribu. Sebelumnya juga pernah ada ternak terdampak kebakaran," tambahnya.
Baca Juga: Asli Jogja, Rumah Duka Diplomat Kemenlu Yang Ditemukan Meninggal di Kos Menteng Penuh Karangan Bunga
Dalam kesempatan ini sendiri terdapat 29 kepala keluarga yang disasar dari 11 lapanewon. Total anggaran sebesar Rp 43.125.000. Mereka terdampak kebakaran dan angin kencang.
"Total bantuan sosial tidak terencana yang telah direalisasikan hingga bulan Juli tercatat sebesar Rp 292.050.000," tambahnya.
Baca Juga: Teodora Audi Ayudia Sabet Medali Perunggu di Ajang Asian Para Archery Championship 2025
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah yang menimpa warga. Dia berharap agar bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat.
"Masyarakat juga harus waspada menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sleman," ucapnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita