SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama tim akan terbang lagi ke Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara untuk menyelesaikan permasalahan para transmigran asal Bumi Sembada. Rombongan direncanakan berangkat pada Minggu (13/7) dan berada di Konawe hingga Kamis (17/7).
Kunjungan kali ini akan jadi kedatangannya yang kedua. Kedatangan pertamanya dilakukan pada Selasa (17/6) dengan tujuan mengetahui detail masalah yang dialami para transmigran.
"Kami sampaikan terima kasih atas upaya Pemkab Konawe Selatan dalam melayani para transmigran asal Kabupaten Sleman. Kami upayakan segera ada solusi bersama,” ungkapnya Senin (7/7).
Mantan Sekda Sleman tersebut menjelaskan perlu disusun perjanjian kerja sama baru. Sementara terkait penyerobotan lahan usaha milik para transmigran, dia menegaskan perlu ada upaya formal dari Pemkab Sleman dan Pemkab Konawe Sleman sebagai bentuk nota protes.
"Saya harap bisa segera dirumuskan solusi. Jadi antara Pemkab Konawe dengan kami bisa melakukan perjanjian kerja sama kembali," katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Sleman Hendra Adi menyebut, tinjauan yuridis dan empiris terkait persoalan ini telah selesai. Sehingga, nanti bisa dilakukan pembahasan bersama dengan Pemkab Konawe Selatan.
"Apabila alternatif solusi disepakati, pembaruan kerja sama daerah tentang penempatan transmigrasi akan memperkuat kebijakan formal dan operasional,” paparnya.
Harapannya, hal ini turut bisa menjadi perhatian pemerintah pusat. Utamanya dalam memperbaiki secara keseluruhan tata kelola program transmigrasi.
Jumlah transmigran asal Kabupaten Sleman sendiri terdiri dari 25 keluarga. Mereka dijanjikan mendapatkan tanah usaha seluas dua hektare, tetapi urung terealisasi.
Konflik semakin pelik karena mereka harus berebut lahan dengan perusahaan sawit PT Merbau Jaya Indah. Ada dua transmigran dari Kabupaten Sleman yang terdampak penggusuran, yakni Ujang Uskadiana dan Sukidi. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita