SLEMAN - Ulah pelanggan Shoopee Food Takbirdha Tsalasiwi Wartyana (25), yang menganiaya driver Shopee Food berujung ke jalur hukum.
Seperti diketahui Takbirdha merasa kesal karena orderan Shopee Food datang tak sesuai waktu.
Dalam meluapkan kekesalannya, ia pun sampai membawa-bawa profesi seorang yang bekerja di pelayaran.
Sontak, netizen pun mejuluki Mas-Mas Pelayaran.
Diungkapkan Head of Business Development Shopee Food, Indonesia Rizkyandi Ramadhan, bahwa keterlambatan pengataran bukan berjam-jam seperti dikeluhkan pelanggan.
Rizkyandi memastikan terkait informasi keterlambatan pengiriman pesanan hingga berjam-jam telah dilakukan pengecekan.
Tercatat dalam sistem keterlambatan selama delapan menit. Dari semestinya 21.22 menjadi 21.30.
"Sistem secara otomatis memberi estimasi waktu pesanan sesuai dengan jenis pengiriman yang dipilih oleh pelanggan," tambahnya.
Ia pun sangat menyayangkan dan prihatin atas insiden yang menimpa mitra pengemudinya. Termasuk kejadian yang terjadi setelahnya.
Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Sleman untuk memberikan dukungan yang diperlukan selama proses penyelidikan.
Shopee Food juga memastikan mitra pengemudi terdampak mendapatkan penanganan dan pendampingan yang diperlukan.
"Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan semua pihak. Baik mitra pengemudi maupun pelanggan," katanya dalam keterangan tertulis.
Selain karena Dobel Order, Keterlambatan Disebabkan Macet karena Kirab di Jalan Godean
Seperti diketahui Polresta Sleman telah menetapkan Takbirdha sebagai tersangka dalam dugaan penganiyaan driver Shopee Food.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Agha Ari Septyan menjelaskan, Agha menjelaskan, kronologi kejadian berawal ketika driver Shoopee Food Arzeto Duta mendapatkan pesanan dari Takbirdha.
Saat itu dia turut membawa pacarnya Ayuningtyas Mega Lukito.
Dalam pesanan tersebut ternyata didapatkan pesanan dobel dan sudah disampaikan bahwa pesanan kemungkinan tidak tepat waktu.
"Setelah pesanan selesai, proses pengantaran terkendala macet karena ada kirab di Jalan Godean sehingga terlambat lima menit," kata Agha.
Saat itu Takbirdha marah, sementara saat pacar sang driver menjelaskan soal mekanisme dobel order, justru terjadi cek-cok dan penganiayaan.
Editor : Bahana.