SLEMAN - Dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kabupaten Sleman terdapat dua sekolah yang masih kekurangan murid. Keduanya adalah SMPN 3 Prambanan dan SMPN 4 Prambanan. Masing-masing sejumlah lima siswa.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Dwi Warni Yuliastuti menjelaskan, untuk SMPN 3 Prambanan sudah tiga tahun terakhir selalu kurang. Sementara SMPN 4 Prambanan baru kali ini.
"Kalau untuk sekolah lainnya rombelnya full," katanya.
Dia menyebut kondisi ini terjadi lantaran lokasinya yang tinggi dan akses ke sekolah yang sulit. Selain itu, keduanya berbatasan dengan Jawa Tengah (Jateng) yang sebelumnya telah menyelenggarakan SPMB terlebih dahulu.
"Untuk fasilitas dan sarpas sudah kami berikan yang terbaik agar masyarakat tertarik. Sekolah di perbatasan memang jadi fokus kami," katanya.
Dwi juga menambahkan, tercatat ada 32 siswa SMP yang tidak melakukan daftar ulang. Alasan yang terhimpun berbagai macam. Mulai dari jarak rumah dengan sekolah yang jauh, lebih memilih ke pondok pesantren, hingga sekolah yang menerima tidak sesuai dengan keinginan awal.
"Kami memastikan mereka sudah mendapatkan akses di tempat lain, jangan sampai tidak sekolah," katanya.
Kursi yang ditinggalkan ini disebut tidak serta-merta bisa diisi oleh siswa lain. Hal ini lantaran sesuai ketentuan menteri bahwa SPMB hanya dilakukan satu gelombang saja. "Nanti kalau sudah minimal satu semester bisa diisi apabila ada siswa pindah," tambahnya.
Tidak ada sanksi khusus bagi mereka yang tidak daftar ulang. Hanya saja, para siswa tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan mengundurkan diri.
"Dari pihak sekolah sudah mengajak diskusi. Surat pernyataan ini jadi antisipasi kalau ke depan berubah pikiran," lontarnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen memastikan akses pendidikan khususnya bagi masyarakat tidak mampu. Hal ini dilakukan hingga jenjang sarjana.
"Kami bantu dari APBD. Termasuk yang ijazahnya tidak bisa diambil itu," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita