Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tekan Jumlah Penduduk Miskin, Pemkab Sleman Buat Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

Delima Purnamasari • Kamis, 3 Juli 2025 | 05:00 WIB

 

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa
 

SLEMAN - Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sleman berdasarkan data BPS 2024 sebesar 97,94 ribu atau 7,46 persen. Angka itu menurun dibanding tahun sebelumnya sebesar 97,50 atau 7,52 persen. 

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, penanggulangan kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa ada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

 Baca Juga: Tujuh Pemain Lama PSIM Jogja Jadi Perhatian Khusus Van Gastel, Terkait Kebugaran karena Lama Libur Latihan

Keterlibatan berbagai elemen ini disebut sangat berpengaruh terhadap objektivitas data kemiskinan di lapangan. Apalagi ada pandemi yang memberikan perubahan data kemiskinan secara signifikan. 

"Kami memprioritaskan program penanggulangan kemiskinan dalam tiga kegiatan," katanya. 

Pertama adalah memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat miskin dengan kategori tidak produktif. Misalnya, lansia dengan riwayat sakit dan disabilitas berat. 

 Baca Juga: Alasan Jateng Manarik Untuk Tempat Investasi, Begini Penjelasan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Kedua, memfasilitasi peningkatan keterampilan dan pendapatan bagi masyarakat miskin dengan kategori produktif. Contohnya, memberikan pelatihan dan pendampingan. 

Sementara program ketiga adalah memutus rantai kemiskinan melalui program beasiswa pendidikan. Ini menyasar keluarga miskin agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. 

 Baca Juga: Segini Jumlah Penerima BPJS PBI yang Dicoret Akibat Peralihan DTSEN. Pemkab Kulon Progo: Masih Bisa Reaktivasi

"Kami berharap melalui upaya tersebut angka kemiskinan di Sleman bisa menurun," kata Danang. 

 

Sementara itu, Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda menyebut, universitas punya peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan di Bumi Sembada. Untuk itu, pemerintah menyelenggarakan program satu keluarga miskin satu sarjana. 

 

"Ini program yang diidam-idamkan. Universitas sekarang berbondong-bondong pengen kerja sama," katanya. 

 

Ganda menilai, dalam kerja sama dengan universitas ini harus ada tawaran yang diberikan. Misalnya, memastikan mahasiswa asal Sleman yang berkuliah bisa mendapatkan pekerjaan. 

 

"Contohnya UTY itu. APBD kami boleh masuk, tapi nanti mahasiswa dua tahun kuliah lalu dua tahun selanjutnya bisa kuliah sembari magang," bebernya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#penanggulangan kemiskinan #Danang Maharsa #Sleman #satu keluarga miskin satu sarjana #bps #angka #kemiskinan #Kabupaten Sleman #penduduk miskin #Wakil Bupati Sleman #Universitas #miskin