Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persiapan Semakin Baik, Tidak Ada Jemaah Haji Asal Sleman yang Meninggal Dunia atau Kepulangannya Tertunda

Delima Purnamasari • Selasa, 1 Juli 2025 | 23:20 WIB

Pelaksanaan ibadah haji
Pelaksanaan ibadah haji
SLEMAN - Jamaah haji asal Kabupaten Sleman direncanakan akan kembali mulai Selasa hingga Jumat (1-11/7).

Rombongan pertama yang akan sampai di Masjid Agung Sleman berasal dari kloter 65. Dijadwalkan sampai pada pukul 22.00.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Sidik Pramono menyebut, tidak ada jemaah haji asal Sleman yang meninggal atau mesti tertunda kepulangannya.

Hanya saja ada satu orang yang pulang terlebih dahulu lantaran alasan kesehatan.

"Atas nama Pak Kamsidu dari kloter 71 maju ke kloter 59. Sudah sampai di Donohunan Senin pagi kemarin," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (1/7).

Sidik menyebut dalam proses pemulangan ini tidak membutuhkan skrining kesehatan khusus.

Hanya saja jemaah akan diberikan penjelasan untuk menjaga kesehatan dalam proses pemulihan.

Apabila ada gejala-gejalan khusus dalam satu minggu setelah kepulangan diminta segera lapor ke Puskesmas terdekat.

"Jadi akan terpantau dan bisa dilakukan langkah-langkah antipatif," tambahnya.

Menurutnya, pelaksanaan haji khususnya oleh warga Sleman telah berjalan baik. Terlebih, dua tahun terakhir tidak ada jemaah yang meninggal dunia.

"Ini membuktikan bahwa pelaksanaan secara umum telah berjalan dengan baik," tandasnya.

Dia turut berharap agar proses kepulangan ini bisa lancar. Sehingga para jemaah bisa kembali dalam keadaan utuh, sehat, selamat, dan mabrur.

Sementara itu, salah satu jemaah haji asal Kabupaten Sleman Aris Herbandang menyebut pelayanan yang diberikan sangat baik.

Hotel tempat dia tinggal tersedia mesin cuci dan tempat jemur pakaian.

"Menu makanan bervariasi dan diberikan tiga kali sehari. Sudah dilengkapi buah," kata laki-laki yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman ini.

Hanya saja jelang puncak ibadah banyak jemaah yang mengalami gangguan saluran pernapasan, seperti flu, pilek, demam, dan batuk.

Namun, dia menyebut petugas memberikan respons dengan baik lewat posko, bahkan melakukan kunjungan pada jemaah yang perlu dipantau. (del)

Editor : Bahana.
#Masjid Agung Sleman #Jamaah haji Sleman