SLEMAN - Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) mulai bergulir. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman Gani Sadat SH MKn berharap, sarana dan prasarana pendidikan dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk belajar mengajar mulai tahun ajaran baru 2025/2026.
Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, atap gedung sekolah SD yang ambrol beberapa waktu lalu harus menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah. Agar kasus yang sama tidak berulang.
Gani menegaskan, pendidikan adalah hal terpenting nomor satu bagi generasi muda. Pemerintah wajib mewujudkan suasana aman dan nyaman bagi guru dan peserta didik selama jam sekolah. Dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai. Khususnya bangunan gedungnya. "Jangan sampai ada rasa waswas atap ambruk saat jam belajar sekolah," ujarnya.
Menurut Gani, perbaikan gedung sekolah harus didasarkan skala prioritas. Bukan urutan proposal yang masuk dan diterima dinas terkait. Inventarisasi sarana dan prasarana sekolah harus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan.
Proses rehab atau renovasi gedung sekolah dilaksanakan secara bertahap. Ihwal skala prioritas, kata Gani, bisa dikomunikasikan langsung dengan kepala sekolah masing-masing. Guna menggali informasi tentang kelayakan gedung-gedung sekolah. Agar proses inventarisasi gedung sekolah tak layak fungsi lebih efektif dan efisien. "Informasi dari kepala sekolah bisa ditindaklanjuti dengan survei lapangan. Jika gedung sekolah yang disampaikan memang benar-benar tidak layak," katanya.
Tokoh asal Kepuharjo, Cangkringan, itu mencontohkan dengan membandingkan kondisi gedung yang usang termakan usia. Lantai rusak atau cat dinding mengelupas. Dengan tiang penyangga atap yang rapuh atau tembok retak-retak. Maka yang harus diprioritaskan adalah gedung dengan atap rawan ambrol atau yang temboknya retak tersebut. "Komunikasi dengan kepala sekolah itu penting sebagai langkah antisipatif. Jangan menunggu atap ambrol baru dilakukan langkah perbaikan," ingatnya.
Gani berharap, pemerintah daerah tidak bersikap pasif. Atau hanya menunggu laporan sekolah. Ketika sudah terjadi peristiwa semacam atap sekolah ambrol. Sebaliknya, pemerintah daerah perlu proaktif menanyakan kondisi sarana prasarana sekolah yang ada. "Jangan tunggu bola," pintanya.
Kendati demikian, Gani menyadari tentang keterbatasan anggaran. Maka, sekali lagi Gani menegaskan pentingnya skala prioritas harus tepat sasaran. Pemilihan target rehab sekolah harus berdasarkan kondisi riil di lapangan. Persentase tingkat kerusakan harus menjadi bahan pertimbangan. (yog)
Editor : Sevtia Eka Novarita