Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Sutiasih menjelaskan, mereka akan difasilitasi untuk bisa memperoleh pekerjaan di lima perusahaan sejenis.
Mulai dari PT Marel Sukses Pratama, PT Hansol Indo, PT Busana Remaja Agracipta, PT Sport Glove Indonesia, dan PT Anggun Kreasi Garmen.
"Untuk hari pertama ini ada dua perusahaan, yakni PT Marel dengan 40 lowongan dan PT Anggun 150 lowongan," katanya dalam kegiatan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) di Pendopo Parasamya, Senin (16/6).
Perekrutan lewat program Fasilitasi Seleksi Pekerja (Taksi Pekerja) akan dilakukan selama tiga hari di Pendopo Parasamya ini.
Bersamaan dengan proses pencairan JHT dengan total Rp Rp. 3.905.409.473. Untuk nominal yang diterima setiap orang sendiri berbeda-beda, tergantung dari masa kerja.
Sementara itu, Komisaris Utama PT MTG Robby Kusumaharta menjelaskan, PHK ini akan dilakukan secara sementara saja.
Nantinya ketika perusahaan sudah selesai diperbaiki maka mereka akan diprioritaskan untuk kembali bekerja di PT MTG.
"Rencana perbaikan mulai bulan depan, butuh waktu sekitar enam bulan. Untuk renovasi ini ada asuransi," katanya.
Roby menyebut hal terpenting dalam penanganan dampak kebakaran ini adalah mengamankan pekerja sekaligus konsumen.
Untuk itu dari total 1828 pekerja, sisanya direlokasi di PT. Globalindo Klaten untuk produksi dan SMK Muhammadiyah 1 tempel untuk bagian sampel.
Mereka yang terus bekerja ini merupakan karyawan tetap, sementara yang diPHK merupakan karyawan kontrak dengan lama kerja di bawah lima tahu.
"Mereka bekerja untuk tetap memenuhi pesanan PT MTG," tambahnya.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menambahkan, relokasi PT MTG ke bekas pabrik PT. Primissima tidak jadi dilakukan.
Hal ini lantaran tidak memenuhi kesepakatan.
Dia juga berharap agar uang yang diperoleh dari pencarian JHT ini bisa bermanfaat.
Baik itu untuk mencukupi kebutuhan hidup maupun modal usaha.
"Kejadian ini tentu berdampak besar. Apalagi saya bersama bupati tengah membuka investasi di bidang apapun agar penyerapan tenaga lokal besar," ucapnya. (del)
Editor : Bahana.