Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diresmikan Langsung Oleh Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, KDMP Tamanmartani Bermodalkan Rp 50 Juta Hasil dari Iuran Anggota

Delima Purnamasari • Senin, 16 Juni 2025 | 04:01 WIB
 
 
SIMBOLIS: Peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman Minggu (15/6).
SIMBOLIS: Peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman Minggu (15/6).
 
SLEMAN - Menteri Koperasi dan UKKM Budi Arie Setiadi meresmikan tiga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sleman bertempat di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan. Terdiri dari KDMP Tamanmartani, Sinduadi, dan Sidomulyo.
 
Budi menyebut ada tiga tahapan dalam pembentukan KDMP. Terdiri dari pembentukan dan legalitas, lalu pembangunan dan pengoperasian, serta terakhir adalah monitoring evaluasi dan pengembangan usaha.
 
"Sudah 79.882 koperasi terbentuk. Tinggal tiga provinsi yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan yang belum seratus persen," jelasnya. 
 
Baca Juga: Indonesia's Horse Racing Cup di SSA Bantul Jadi Persiapan Jelang Indonesia Derby
 
Dia menyebut pembentukan KDMP merupakan utang sejarah pada pendiri bangsa Indonesia. Ini adalah pertaruhan nasib dan rakyat. Apabila gagal dia menyebut jangan ada koperasi di Indonesia. 
 
"Ekonomi yang sesuai dengan jati diri bangsa adalah koperasi tapi selama ini dipinggirkan. Ini tahun kebangkitan koperasi di Indonesia," terangnya. 
 
Sementara itu, Gubernur DIY Hamengku Buwono X menyebut, adanya KDMP harus ditindaklanjuti dengan pengaturan manajemen yang profesional. Harapannya bisa mewadahi para generasi muda yang banyak berasal dari pendidikan sarjana. 
 
Baca Juga: Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama Ekonomi dengan 3 Provinsi, Nilainya Capai Rp2,1 triliun
 
“Jangan sampai Jogja yang jadi model ini lalu gagal. Saya tidak mau. Namanya jadi model, harus berhasil, tidak ada istilah gagal,” katanya.
 
Dia juga menyebut program pemerintah pusat ini turut didukung dengan penyediaan tanah kas desa untuk disewa. Berkisar dari 1 hektare sampai 1,25 hektare. Harapannya program ini bisa menyejahterakan masyarakat. 
 
"Tentu untuk bantuan sekali saja lalu harus jalan. Mosok dibantu terus. Akuntabilitas juga harus dilakukan," katanya. 
 
Sementara itu, Ketua KDPMP Tamanmartani Marwadi menyebut, untuk modal utama pendirian berasal dari simpanan pokok anggota sebesar Rp 100 ribu. Hingga saat ini sudah terkumpul total Rp 50.900.000.
 
"Tahap pertama ini target kami 1.200 anggota," katanya. 
 
Baca Juga: Jadi Perhatian Netizen Sampah Berserakan di Stadion Maguwoharjo Usai Acara Konser, Pengelola Sebut Sudah Tertangani
 
Di KDMP Tamanmartani ini ada empat unit usaha yang sudah siap. Terdiri dari klinik dan apotek, simpan pinjam, sarana produksi pertanian, dan sembako. 
 
"Untuk karyawan belum ada. Saat ini masih dipegang pengurus semua total 11 orang," tambahnya. 
 
Dia menyebut baru bisa memprediksi keuntungan yang diperoleh satu tahun ke depan. Hal ini mempertimbangkan usaha yang sudah berjalan dengan stabil. 
 
"Setelah satu tahun nanti kami juga yakin sudah berani memberi gaji. Kalau sekarang masih sukarela," tandasnya. (del) 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Menteri Koperasi dan UKM Budi Ari Setiadi #Koperasi Desa Merah Putih #KDMP #koperasi #Kabupaten Sleman #Gubernur DIY Hamengku Buwono X