Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lewat Program TJSL, PLN dan Paste Lab Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Komitmen Dukung Lingkungan Berkelanjutan

Fahmi Fahriza • Selasa, 10 Juni 2025 | 22:22 WIB

 

Sesi peluncuran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang diinisiasi oleh PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga dengan Paste Lab Workshop Manufaktur
Sesi peluncuran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang diinisiasi oleh PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga dengan Paste Lab Workshop Manufaktur
 SLEMAN - Persoalan sampah plastik yang semakin pelik mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan solusi berkelanjutan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga menjalin kerja sama strategis dengan Paste Lab Workshop Manufaktur, perusahaan pengelola sampah berbasis inovasi, yang berlokasi di jalan Kaliurang No.13, Candi Karang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581.

Program ini resmi diluncurkan dalam Kick Off Program TJSL PLN 2025, Selasa (10/6), di Kantor Kalurahan Sardonoharjo.

Inisiatif ini mengusung misi besar, yakni mengelola limbah plastik menjadi produk fungsional bernilai ekonomi, sekaligus membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis komunitas.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Irfan Saputra menjelaskan, program ini merupakan lanjutan dari kerja sama yang telah berlangsung sejak 2024.

Tahun ini, fokus diarahkan pada konsep ekonomi sirkular, sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030.

"Sampah itu bila dikelola dengan baik, maka bisa menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan," katanya.

Photo
Photo

Irfan menyampaikan, keputusan untuk melibatkan Paste Lab karena mereka tidak hanya bergerak di isu lingkungan, tapi juga melibatkan anak muda dalam pengolahan sampah menjadi barang fungsional seperti meja, kursi, hingga aksesoris.

Irfan juga menegaskan bahwa program TJSL PLN beriringan dengan target besar perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE), melalui pendekatan transformasi bisnis yang ramah lingkungan.

Dalam agenda tersebut, setidaknya ada tiga program unggulan yang diusung, yakni Circular Project, Ekspedisi Plastik Becik, dan Expo & Installation.

Circular Project yakni menyediakan bantuan alat produksi, pelatihan, serta riset pengembangan produk berbahan limbah plastik, sekaligus pendampingan intensif bagi komunitas dan mitra desa.

Lalu Ekspedisi Plastik Becik, yakni pengadaan armada keliling yang tidak hanya mengangkut sampah plastik dari warga, tapi juga menggelar pelatihan, demo pengolahan, diskusi publik, hingga layanan penukaran sampah dengan nilai ekonomi.

Armada ini juga dirancang sebagai wadah generasi muda untuk terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah secara kreatif.

Selanjutnya, Expo & Installation, adalah peningkatan eksistensi Paste Lab melalui partisipasi dalam berbagai pameran dan kolaborasi dengan seniman, UMKM, hingga galeri nasional dan internasional untuk membangun jejaring dan peluang pasar.

Sementara itu, Founder Paste Lab Rifqi Dwantara menyebutkan, bahwa ini adalah tahun kedua Paste Lab menjalankan program TJSL bersama PLN.

Jika pada 2024 fokus pada peningkatan kapasitas produksi, maka kali ini program berjudul Suar Sirkular lebih menekankan pada dampak jangka panjang melalui kolaborasi lintas sektor.

"Plastik pada awalnya diciptakan sebagai solusi hemat sumber daya. Tapi ketika produksinya tak terkendali, justru jadi ancaman. Ini tanggung jawab kita bersama untuk mengelola ulang plastik tersebut," ujarnya.

Diakuinya, Paste Lab sendiri mengolah limbah plastik dengan cara dilebur dan dibentuk ulang menjadi produk fungsional seperti tatakan gelas, plakat, meja, kursi, dan aksesoris rumah tangga.

"Langkah ini sebagai upaya memperpanjang usia pakai material yang sebelumnya dianggap tidak berguna," paparnya.

Selanjutnya, respon positif turut disampaikan dari pemerintah desa. Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, turut menyambut baik peluncuran program ini dan berharap kolaborasi ini menjadi solusi jangka panjang terhadap krisis sampah, khususnya di wilayah Sleman.

"Sampah plastik itu persoalan rumit. Saya harap program ini jadi embrio keberhasilan, apalagi masyarakat sudah sangat antusias sejak program tahun lalu. Kami siap berkolaborasi," tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi lanjutan kepada warga, agar kesadaran pengelolaan sampah bisa tumbuh dari akar rumput dan memberi dampak nyata secara sosial dan ekonomi. (iza)

Editor : Bahana.
#olah sampah #pln