SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman kini telah memasuki tahap hasil akhir untuk seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama. Ini ditandai dengan keluarnya Pengumuman Nomor 19/PANSEL/SLR/I/SLM/2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menjelaskan, untuk tahapan selanjutnya adalah meminta persetujuan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Selain itu, izin pada Kementerian Dalam Negeri.
"Dari tiga orang yang lolos nantinya akan dipilih bupati," katanya yang juga menjabat sebagai ketua panitia seleksi ini saat dikonfirmasi Senin (9/6).
Dari 13 orang yang lolos seleksi administrasi, terdapat delapan orang terpilih. Dari empat jabatan kepala dinas yang kosong masing-masing terisi oleh tiga orang.
Untuk posisi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, terdiri dari Sekretaris BKAD Abu Bakar, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Nur Fitri Handayani, dan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Widodo. Berdasarkan informasi yang diterima Radar Jogja, besar kemungkinan Abu Bakar yang dilantik menjadi Sekretaris BKAD Sleman pada Senin (19/5) lalu akan terpilih.
"Geng STPDN lagi moncer iki neng Sleman. Kuwi sesuk le dadi Abu," kata sumber yang biasa ikut rapat di ruang bupati ini.
Ketiganya memang merupakan jebolan dari Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Saat ini dikenal sebagai Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Terpilihnya Abu memang merupakan hal logis. Bupati Sleman Harda Kiswaya sendiri sudah memperlihatkan gelagatnya. Abu jadi salah satu dari 155 pejabat yang dirotasi. Dia dikembalikan untuk menjabat sebagai sekretaris BKAD setelah pada periode bupati sebelumnya digeser menjadi sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman.
Posisi eselon II yang dilelang selanjutnya adalah kepala Dinas Pendidikan Sleman. Tiga orang yang lolos adalah Panewu Mlati Arifin, Kepala Dinas Sosial Sleman Mustadi, dan Panewu Ngaglik Wawan Widiantoro.
Berita akan terpilihnya Mustadi sendiri sudah santer terdengar. Terlebih, dia juga menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Pendidikan Sleman sejak Kamis (20/2). Tepat sehari setelah bupati dan wakil bupati periode 2025-2030 dilantik.
"Setidaknya Mustadi adalah satu-satunya calon yang pernah memimpin dinas pendidikan meski sebentar," kata narasumber lain yang biasa keluar masuk kantor Pemkab Sleman ini.
Di sisi lain, hal ini mempertimbangkan lowongan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman. Sosok Arifin juga lolos untuk kepala Disdukcapil Sleman bersama Abu Bakar da Wawan Widiantoro. Arifin merupakan satu-satunya panewu yang tidak terkena rotasi dan digadang-gadang jadi calon kuat untuk lolos. Sedangkan Wawan, ikut digeser dari jabatan sebelumnya yakni Panewu Depok pada rotasi Senin (19/5) lalu. Sementara Abu Bakar, sudah mendapat kursi lain untuk diduduki.
Jabatan keempat yang dibuka adalah kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman. Tiga orang yang lolos adalah Sekretaris Diskominfo Sleman Budi Santosa, Panewu Prambanan Purwati, dan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Widodo.
"Sesok le dadi ki Budi. Kalau terpilih, dia tercatat sebagai kepala dinas termuda dari PNS lain seangkatannya," kata narasumber yang punya kedekatan dengan bupati tersebut.
Hal tersebut memang logis lantaran pada periode Sleman Baru ini Budi digeser dari jabatan sebelumnya yakni sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Selain itu, saat ini turut menjabat sebagai Plt kepala Diskominfo.
Di sisi lain, kecil kemungkinan untuk Purwati terpilih. Lantaran dia telah terkena rotasi menjadi Panewu Prambanan. Sebelumnya, dia menjabat sebagai kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita