SLEMAN - Sapi kurban bernama Brindil di Jongkang Baru, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik sempat lepas pada Sabtu (7/6) lalu. Kejadian ini menyebabkan salah seorang warga mesti masuk rumah sakit.
Panitia kurban Ustad Hasan menjelaskan, peristiwa terjadi saat Brindil digiring masuk ke kandang jepit untuk disembelih. Belum sempat masuk, tali kekang lepas dan sapi lari. "Terus talinya itu menyerimpet salah satu pemuda dan jatuh ke belakang," katanya.
Kepala pemuda yang masih berusia 24 tahun tersebut terbentur jalan konblok hingga benjol. Selanjutnya, diantar ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM untuk diperiksa. Saat dalam perjalanan korban masih dalam keadaan sadar.
"Saat pemeriksaan itu agak lama dan harus diobservasi karena sempat muntah. Meski opname harapan kami tidak sampai parah," katanya.
Sapi yang dibeli di Tepus, Gunungkidul tersebut berjenis simental dengan bobot 450 kilogram. Saat dibeli harganya mencapai Rp 25 juta. Hasan menilai semenjak datang perilaku sapi memang cukup agresif.
"Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di sini," katanya.
Hasan menjelaskan, di wilayahnya ada enam sapi dan lima kambing kurban. Daging tersebut dibagikan untuk tiga RT dengan jumlah sekitar 200 penerima.
Sementara itu, Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan, kebutuhan hewan kurban di Bumi Sembada mencapai 9.500. Sementara ketersediaannya hanya 5.000 ekor.
"Untuk memenuhi kebutuhan ini memang harus mendatangkan hewan kurban dari luar Sleman," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita