Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaringan Irigasi Masih Terbatas, DP3 Sleman Kejar Rehabilitasi Demi Jaga Produktivitas Pertanian Padi

Delima Purnamasari • Sabtu, 7 Juni 2025 | 06:45 WIB

 

 Ilustrasi pertanian.   
 Ilustrasi pertanian.  

SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman tengah menyiapkan langkah rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Upaya ini demi menjaga produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Plt Kepala DP3 Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan, jaringan irigasi tersier di Sleman total sepanjang 770 kilometer. Namun, jaringan yang baru memiliki bangunan sempurna sekitar

60 persen. Apalagi, air menjadi salah satu sumber daya krusial dalam dunia pertanian.

 Baca Juga: Siap Sambut Momen Liburan Sekolah, Dispar Sleman Prediksi Belanja Wisatawan Bisa Tembus Rp 1,2 Triliun: Kunjungan Capai 450 Ribu Orang

"Jadi itu jaringan irigasi kecil-kecil. Percuma semisal punya alat modern, tapi enggak ada airnya," katanya, Jumat (6/6/2025).

Menurutnya, belum meratanya bangunan saluran irigasi itu karena keterbatasan anggaran.

Beberapa wilayah yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan, meskipun belum seluruh jaringan terbangun, belum bisa langsung dibantu lagi.

 Baca Juga: Usai Pertahankan Pieter Huistra PSS Sleman Kini Berburu Pelatih Lokal, Ada Seto hingga Kahudi

"Jadi misal irigasi 1.000 meter hanya 400 meter yang dibantu. Saat ini kami tengah menyusun proposal untuk memohon anggaran," ujarnya. 

Meski begitu, Rofiq menyebut hasil pertanian di Bumi Sembada telah mengalami surplus. Pada Januari hingga Mei luas panennya mencapai 12.600 hektare atau setara 56.000 ton beras. 

"Jumlah itu cukup untuk warga Sleman. Setiap tahun memang ada surplus beras untuk cadangan nasional 55.000 sampai 60.000 ton," bebernya. 

 Baca Juga: Jajanan Sekolah Akan Diuji Lab, Pemkot Jogja Jamin Kecukupan Gizi Anak untuk Mencegah Stunting: Hasto Wardoyo Sebut Berikan Makanan Selingan Bergizi

Rofiq menilai, pencapaian tersebut berkat banyaknya dukungan mesin modern, bantuan benih, hingga pupuk yang diberikan pada petani demi percepatan produksi. 

"Jadi Sleman ikut berpartisipasi demi mewujudkan program ketahanan pangan tahun ini," sambungnya. 

Sementara itu, salah satu petani di Sleman Suranto menuturkan, tantangan lain masih mengantui terutama soal kualitas tanah. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan produksi. 

"Dulu untuk satu hektare lahan bisa menghasilkan padi hingga 25 ton. Namun, kini maksimal hanya 18 ton," tambahnya. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#DP3 Sleman #rehabilitasi #terbatas #padi #jaga produktivitas pertanian #jaringan irigasi